Antisipasi Covid-19, Polisi Bubarkan Kerumunan di Tempat Hiburan Malam

Demon Fajri, Okezone · Kamis 26 Maret 2020 13:54 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 26 340 2189294 antisipasi-covid-19-polisi-bubarkan-kerumunan-di-tempat-hiburan-malam-GwODooLPJB.jpg (Foto: Okezone.com/Demon Fajri)

BENGKULU - Jajaran Subdit III Unit Opnal Jatanras Direktorat Reskrimum Polda Bengkulu, menggelar patroli ke sejumlah tempat hiburan malam, guna membubarkan warga yang berkumpul. Hal tersebut sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona (Covid-19).

Kegiatan yang menerjunkan 15 personel itu dipimpin langsung BKO Panit Jatanras Polda Bengkulu, Ipda Henrikus. Polisi menyisiri beberapa titik yang memiliki potensi dijadikan tempat berkumpul. 

Tempat yang disambangi itu mulai dari kerumunan anak muda bermain game online, kafe, warung remang-remang dan tempat hiburan malam di Kota Bengkulu. Pada kesempatan itu seluruh pengunjung yang berkumpul diberi imbauan agar membubarkan diri. 

Kabid Humas Polda Bengkulu, Kombes Sudarno mengatakan, imbauan tersebut berdasarkan maklumat yang dikeluarkan Kapolri Jenderal Idham Azis, terkait pencegahan virus corona.

Infografis Okezone

Dalam maklumatnya, Kapolri meminta seluruh masyarakat tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan, yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak, baik di tempat umum maupun di lingkungan sendiri. 

Baca juga: Antisipasi Corona, Pelayanan Sim Polda Metro Ditutup Sementara

''Khusus tempat hiburan akan kita tutup. Bila mereka masih buka, kita datangi untuk menutupnya. Bioskop juga sudah mulai tutup per hari ini. Kita mengimbau masyarakat Bengkulu jangan mengadakan kegiatan mengumpulkan massa,'' kata Sudarno, dalam keterangannya yang diterima Okezone, Kamis (26/3/2020). 

Dalam kegiatan tersebut, banyak ditemukan anak muda yang masih berkumpul di beberapa tempat, terutama untuk bermain game online.

Sudarno juga mengimbau kepada orangtua untuk menasehati anaknya agar tidak keluar rumah dan berkumpul dengan teman-temannya. 

''Kita akan terus mengimbau masyarakat secara persuasif dan humanis untuk membubarkan diri. Apabila imbauan tidak diindahkan maka kegiatan tersebut dapat dibubarkan secara paksa,'' tegas Sudarno.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini