nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ramai soal Rapid Test Corona, Ternyata Harga Alatnya Segini

Taufik Budi, Jurnalis · Kamis 26 Maret 2020 08:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 26 512 2189088 ramai-soal-rapid-test-corona-ternyata-harga-alatnya-segini-xv7NVDvfC5.jpg Ilustrasi (Foto: Ist)

SEMARANG - Alat tes cepat atau rapid test virus corona atau Covid-19 menjadi perbincangan hangat karena dianggap bisa mendeteksi penderita secara massal. Bahkan, ada yang menjualnya dengan harga fantastis.

Pemerintah pun mengimpor alat rapid test, dan kini telah tiba di Tanah Air dan sebagian telah digunakan. RSUD KRMT Wongsonegoro ikut memesan dengan anggaran pembelian Rp220.000 per pack.

“Anggaran untuk pembelian rapid test ini kami belanja dengan harga Rp220.000 per pack, kami belanja 2.480 (alat) dihitung sekira Rp540 juta,” ujar Direktur RSUD KRMT Wongsonegoro, Susi Herawati, Rabu (25/3/2020).

Baca Juga: PAN Tolak Rapid Test Covid-19 Anggota DPR dan Keluarganya

infografis seputar corona

Menurut Susi, alat rapid test sudah tiba di Tanah Air Selasa 24 Maret malam. Namun, untuk jumlahnya memang masih terbatas, karena masih untuk sampel

"Mudah-mudahan besok akan datang yang berikutnya,” katanya.

Dia mengaku, pihaknya memesan 2.480 alat rapid test corona. Sebagian sampel yang tiba juga telah digunakan untuk memeriksa 25 orang. Mereka merupakan keluarga penderita terpapar virus corona, orang dalam pemantauan (ODP), dan pasien rumah sakit yang dikategorikan dalam pengawasan (PDP).

“Sesuai dengan pesanan kami sejumlah 2.480 dan untuk pagi ini sudah kita lakukan untuk pemeriksaan rapid test, khususnya untuk keluarga pasien, atau masyarakat yang berhubungan kontak secara langsung (dengan penderita corona),” terangnya.

Selain ODP dan PDP, rapid test corona juga akan dilakukan pada petugas medis yang merawat pasien. Mereka dinilai paling berisiko karena berhubungan langsung dengan pasien yang menjalani perawatan di ruang-ruang isolasi rumah sakit.

“Untuk ODP adalah dari keluarga (pasien), juga pegawai-pegawai kita (tenaga medis) yang berhubungan kontak langsung dengan pasien tentunya akan kita lakukan rapid test, mungkin di hari-hari berikutnya setelah rapid test datang,” beber dia.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini