Ganjar Sebut Local Lockdown Tegal Hanya Isolasi Kampung

Taufik Budi, Okezone · Jum'at 27 Maret 2020 18:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 03 27 512 2190082 ganjar-sebut-local-lockdown-tegal-hanya-isolasi-kampung-dQe6JLRpOG.JPG Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo (Foto: Okezone.com)

SEMARANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal mengambil langkah berani untuk melakukan local lockdown untuk mengantisipasi penyebaran virus corona atau Covid-19. Wilayah Tegal akan ditutup selama empat bulan mulai 30 Maret sampai 30 Juli 2020, setelah seorang warga dinyatakan positif terjangkit virus corona.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo angkat bicara dengan keputusan tersebut. Sebelum mengumumkan untuk melakukan local lockdown, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, sempat meminta izin untuk menutup tempat-tempat hiburan.

Sebab, masyarakat masih tetap banyak yang berkerumun, sehingga Pemkot Tegal menaikkan lagi statusnya dengan menutup sejumlah objek wisata dan tempat hiburan. Meski demikian, masyarakat masih banyak berkeliaran di jalanan.

“Beberapa waktu lalu, Pak Wali Kota telefon saya, ‘Pak saya mau menutup tempat hiburan’. Saya izinkan menutup tempat hiburan. Lha kok masih (banyak warga) jalan lagi, maka beliau membatasi jalur yang masuk kota dan kampung dengan barrier yang ada,” terang Ganjar, Jumat (27/3/2020).

“Sebenarnya itu, jadi judulnya sebenarnya lebih tepat isolasi kampung," tegas Ganjar.

Dia menjelaskan, dengan istilah local lockdown itu masyarakat juga masih boleh keluar rumah. Sehingga, disimpulkan kebijakan yang diambil Pemkot Tegal bukanlah lockdown. "Itu tidak lockdown, kalau iya maka masyarakat tidak boleh keluar rumah. Lha ini masih boleh kok," imbuhnya.

Ilustrasi

Ganjar meminta seluruh bupati/wali kota untuk berhati-hati dalam menyikapi persoalan corona ini. Kepala daerah juga diminta tidak menggunakan kata-kata lockdown yang membuat masyarakat resah.

"Kalau pakai kata-kata lockdown, wartawan pasti suka dengan istilah ini. Jadi tambah ramai kan," pintanya.

Diberitakan sebelumnya, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono menyatakan bahwa daerahnya akan mengambil kebijakan local lockdown. Kebijakan itu diambil dengan menutup sejumlah akses masuk ke Tegal setelah ada pasien yang dinyatakan positif corona.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini