Luddy mengungkapkan, corona berdampak begitu besar pada perusahaan terutama dalam proses perdagangan. Kini, PT. Kahatex tidak dapat mengirim barang kepada buyer karena diberlakukan sistem lockdown. Dengan demikian, memproduksi barang secara terus-menerus dinilai percuma.
"Jelas, dampak ekonomi iya Kahatex tidak bisa melakukan perdagangan kan otomatis. Kita kirim barang gak bisa ke buyer kita karena di lock semua. Kita produksi banyak-banyak juga percuma, karyawan kita banyak di sini juga nanti justru stok makin banyak. Makanya kita secara bertahap mulai dari karyawan kontrak dulu kita rumahkan," pungkas dia.
Seperti diketahui, Pemrprov Jabar menerima adanya masukan dari DPRD Jabar, untuk melakukan lockdown di beberapa wilayah di wilayah Jabar. Usulan itu, dilatarbelakangi masih banyaknya pergerakan manusia, yang seharusnya dibatasi, secara maksimal.
Sementara itu, pasien yang terinfeksi corona dan meninggal dunia di Jabar kembali bertambah. Berdasarkan data terbaru Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar (Pikobar) pada Kamis (26/3/2020) pukul 18.15 WIB, pasien yang terinfeksi corona di Jabar berjumlah 78 pasien (sebelumnya 73).
Pasien yang terinfeksi tersebut berdomisili di berbagai wilayah di Jabar seperti Kota Cimahi, Kabupaten Bogor hingga Kota Bandung. Tidak diketahui jenis kelamin atau usia pasien positif corona yang dimaksud. Sementara sejauh ini, RS Hasan Sadikin Bandung sedang menangani 16 pasien terinfeksi yang terdiri dari sembilan pria dan tujuh perempuan.
Selain data pasien yang terinfeksi, data pasien yang meninggal dunia pun bertambah menjadi 11 pasien (sebelumnya 10). Dari data tersebut, dua dari sepuluh pasien yang meninggal dunia berasal dari Kabupaten Bekasi sedangkan satu pasien lainnya asal Kabupaten Bandung.
(Khafid Mardiyansyah)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.