nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bupati Lamongan Minta Penjual Pecel Lele dan Sate Tak Mudik saat Lebaran

Syaiful Islam, Jurnalis · Sabtu 28 Maret 2020 20:08 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 28 519 2190531 bupati-lamongan-minta-penjual-pecel-lele-dan-sate-tak-mudik-saat-lebaran-OHNPw22qMY.jpg Bupati Lamongan Fadeli (Foto : Okezone.com/Syaiful Islam)

SURABAYA - Penyebaran covid-19 atau virus corona di Provinsi Jawa Timur atau Jatim terus meluas. Setiap hari warga yang positif virus corona bertambah. Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus corona yang saat ini menjadi pandemi.

Salah satunya dengan menghimbau para perantuan yang ada di pelosok negeri ini agar tidak mudik saat lebaran nanti, terutama para penjual pecel lele dan pedagang sate.

Sebaran virus corona di Jawa Timur

Imbauan agar tidak mudik untuk penjual pecel lele tersebut disampaikan Bupati Lamongan, Fadeli, usai bertemu dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di gedung Grahadi, Sabtu (28/3/2020).

"Kami terus mengimbau pada mereka yang merantau agar tidak mudik ketika lebaran nanti. Sebab jika mudik nanti malah repot," terang Fadeli.

Menurut Fadeli, warganya banyak yang merantau ke daerah lain di negeri ini. Sebagian besar mereka menjadi sebagai pedagang kaki lima (PKL). Mereka berjualan seperti pecel lele, tahu campur, dan soto.

Penjual pecel lele yang ada di Jakarta sekitar 80 persen berasal dari Lamongan. Saat ini omzet PKL Lamongan yang merantau di Jakarta mengalami penurunan. Hal tersebut terjadi imbas dari kebijakan social distancing yang diterapkan pemerintah.

"Jalanan menjadi sepi, sehingga tidak ada yang mampir ke PKL. Saat ini hampir 20 persen penjual pecel lele berjualan lewat online. Semoga omsetnya terus meningkat," paparnya.

Baca Juga : Physical Distancing dan Cuci Tangan Adalah Kunci Putus Mata Rantai Virus Corona

Meski dihimbau tidak mudik, namun saat ini sudah ada sekitar 900 perantaun yang sudah pulang ke Lamongan. Mereka sudah dicek kesehatannya. Hasilnya tidak ada yang positif.

Hal senada diungkapkan Ketua Asosiasi Penjual Sate Madura, Maksum. Dia menyatakan penjual sate Madura yang ada di seluruh Indonesia tidak ada yang mudik saat Hari Raya Idul Fitri. Sebab mudik di Hari Raya Idul Adha bukan tradisi warga Madura.

"Tradisi mudik terjadi saat Hari Raya Idul Adha. Kami berharap virus corona segera tidak ada," ujar Maksum.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini