nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wabah Corona, Dinkes Malang Keluhkan Minimnya Ketersediaan Alat Pelindung Diri

Avirista Midaada, Jurnalis · Sabtu 28 Maret 2020 22:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 28 519 2190553 wabah-corona-dinkes-malang-keluhkan-minimnya-ketersediaan-alat-pelindung-diri-AYOEeo1Dqm.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

MALANG – Sejumlah tenaga medis yang menangani pasien corona di Malang masih mengalami kesulitan alat pelindung diri (APD). Bahkan karena keterbatasan APD ini sejumlah tenaga medis terpaksa mengkreasikan APD dengan menggunakan jas hujan mantel sekali pakai.

Hal ini diakui Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibawa mengakui bila petugas medis yang mengevakuasi pasien terpaksa mengkreasi APD yang ada meskipun tak lengkap dan aman.

“Kami mengakui APD belum cukup, kekurangan lebih dari 50 persen (APD-nya), puskesmas sendiri berusaha melindungi diri dengan APD kreasi sendiri. Baju APD pemberian Dinas Kesehatan dilapisi jas hujan plastik dan masker juga dari kami,” ujar Arbani saat dikonfirmasi Sabtu malam (28/3/2020).

Arbani mengakui bila alat pelindung diri tersebut masih jauh dari kata ideal dan aman. Namun karena kebutuhan mendesak hal ini terpaksa dilakukan. “Secara umum APD yang diberikan tapi tidak seideal apa yang lengkap,” ujarnya.

Ia menambahkan ketersediaan APD di Kabupaten Malang kian menipis, namun dirinya memastikan telah mencarikan APD tersebut ke distributor.

“Kami berusaha segera mencukupi sampai sekarang ini, tapi mencari APD kesulitan distributor janji – janji tapi baru dua minggu katanya ready, tapi belum tersedia. Kita harus gerilya lagi ini. Kita upayakan Senin atau Selasa APD datang,” terangnya.

Di sisi lain, Juru Bicara Tim Satgas Corona Kota Malang Husnul Muarif mengungkapkan, memang telah mendapat informasi adanya APD yang didistribusikan pihak Pemprov Jawa Timur.

Baca Juga : Bupati Lamongan Minta Penjual Pecel Lele dan Sate Tak Mudik saat Lebaran

“Ketersediaan APD untuk rumah sakit rujukan sudah dapat dropping dari Pemprov Jawa Timur. Saya belum tahu yang didropping ke rumah sakit rujukan berapa karena belum dapat laporan. Mudah – mudahan sudah mencukupi,” tukasnya.

Sebagai informasi di Kabupaten Malang terdapat lima pasien positif corona, satu pasien bahkan dinyatakan meninggal dunia di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Sedangkan di Kota Malang tiga pasien positif telah dinyatakan sembuh.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini