nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ratusan Sopir Protes Penutupan Jalan Poros Pinrang-Polman

Huzair Zainal, iNews.id · Sabtu 28 Maret 2020 22:46 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 03 28 609 2190566 ratusan-sopir-protes-penutupan-jalan-poros-pinrang-polman-J3nNiBJOXs.JPG Aksi protes para sopir dan penumpang di Jalan Poros Pinrang-Polewali Mandar (Foto: MNC Media/Huzair Zainal)

POLEWALI MANDAR - Sejumlah daerah mulai menerapkan tindakan tegas berupa membatasi jumlah pendatang sebagai bentuk antisipasi penyebaran wabah virus corona (Covid-19) yang akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan.

Salah satu daerah yang melakukan local lockdown ialah Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Pemkab Polman), Sulawesi Barat. Ya, pemda setempat mengambil langkah tegas dengan menutup akses jalan yang menghubungkan wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Alhasil, jalan poros utama dari Kabupaten Pinrang, Sulsel menuju Polman, Sulbar ditutup. Hanya mobil pengangkut logistik dan bahan bakar yang dapat keistimewaan melintasi jalan tersebut. Selebihnya, bersiaplah untuk dihadang petugas untuk dilakukan pemeriksaan, bahkan diperintahkan untuk balik arah.

Pembatasan Kendaraan ke Polman

Pembatasan pergerakan orang yang melintas sontak menuai protes dari ratusan sopir. Bahkan, adu mulut sempat terjadi pada Jumat 27 Maret 2020 malam kemarin. Ratusan sopir meminta petugas yang berjaga di perbatasan untuk membuka jalan dan mengizinkan mereka melintas.

Untuk menghindari keributan akhirnya petugas terpaksa membuka palang jalan. Para sopir dan penumpang itu menggelar aksi protes imbas penutupan jalan di perbatasan Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan, tepatnya di Desa Paku, Kecamatan Binuang.

Baca juga: Cegah Penyebaran Corona, Perbatasan Polman-Pinrang Dijaga Ketat Aparat Gabungan

"Harusnya tidak ada penutupan jalan, apalagi tidak ada pemberitahuan sebelumnya," keluh salah seorang sopir di lokasi.

Setelah terlibat adu argumentasi, anggota Gugus Tugas Penanganan Covid-19 setempat akhirnya memperbolehkan mobil-mobil itu masuk dengan syarat sopir dan penumpang harus melalui pemeriksaan ketat berupa pengecekan suhu tubuh dan rela disemprot cairan disinfektan.

Surat Bupati Polman

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Polman, Andi Affandi Rahman mengatakan, pembatasan terhadap pendatang yang masuk wilayah Sulbar semata-mata untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Mengingat, semakin hari penyebaran virus asal Wuhan, China itu sudah kian makin mengkhawtirkan. Kendati, hingga saat ini belum ditemukan kasus pasien positif terjangkit Covid-19 di wilayah itu.

"Penanganan terhadap penyebaran virus corona ini diperlukan keseriusan.Di mana salah satunya adalah dengan melakukan pembatasan pergerakan orang khusunya dari wilayah zona merah yang terpapar Covid-19," ujar Andi, Sabtu (28/3/2020).

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini