Seorang pria yang mengaku bersalah karena menghalangi seorang petugas polisi saat menegakkan MCO. Dia didenda RM5.000 (sekira Rp18 juta) dan 10 bulan penjara karena pelanggaran tersebut.
Pihak berwenang Malaysia telah menangkap lebih dari 1.000 orang pada Sabtu, 28 Maret karena menentang prosedur lockdown yang dimulai pada 18 Maret. Aturan itu mewajibkan sekolah dan bisnis untuk tutup, dan mendesak warga untuk tinggal di rumah. Namun warga diperbolehkan keluar untuk membeli makanan dan barang penting lainnya, seperti obat-obatan.
Melansir The Star, Senin (30/3/2020) Menteri Senior Ismail Sabri Yaakob mengatakan 73 orang dituntut melangar MCO dan mengaku bersalah. Pemerintah menangkap 649 orang pada Sabtu. Sebelumnya pemerintah Malaysia menangkap 320 orang pada Jumat, dan 162 pada Kamis.
MCO, lanjut dia, kepatuhan warga menjalankan prosedur tersebut mencapai 97 persen. Namun, ada video yang dibagikan menunjukkan orang-orang jogging di jalan-jalan umum, anak-anak bermain bersama dan orang-orang salat di sejumlah masjid.
Sementara itu, pihak berwenang mengatakan mereka akan melakukan investigasi ke pasar di Selayang, di pinggiran Kuala Lumpur, setelah sebuah video di media sosial menunjukkan puluhan orang berkerumun di tempat itu untuk membeli barang.
Pemerintah Kota Selayang (MPS) mengatakan akan mengirim tim penegak dan petugas untuk memeriksa situasi kerumunan di Pasar Harian Selayang Jaya di distrik Gombak.