PHNOM PENH - Para pakar kesehatan mengatakan rendahnya jumlah penderita virus corona (COVID-19) yang dilaporkan sebagian negara Asia Tenggara, sangat terkait dengan minimnya tes.
Mereka memperingatkan angka yang tidak akurat mungkin memberikan kesan aman yang jauh dari kenyataan, dan membantu menyebarkan virus mematikan itu.
Laos dan Myanmar, yang sama-sama berbatasan dengan China, di mana pandemi virus korona merebak akhir tahun lalu, masih melaporkan nol kasus awal pekan lalu. Laos sejak itu mengonfirmasi enam kasus hingga Sabtu (28/3). Myanmar, yang berbatasan dengan China sepanjang lebih dari 2.000 kilometer, mengonfirmasi lima penderita.
Baca juga: Virus Corona, Pakar Kesehatan China Sebut Italia Mengulangi Kesalahan di Wuhan
Kamboja dan Vietnam, yang juga memiliki hubungan budaya dan komersial yang erat dengan China, melaporkan 104 dan 169 orang yang terinfeksi. Angka penderita virus corona di kedua negara itu lebih banyak dari Laos atau Myanmar, tapi masih pada tingkat rendah.