SURABAYA – Penyebaran virus corona (Covid-19) di Provinsi Jatim terus meluas. Berbagai upaya dilakukan Pemprov Jatim untuk mencegah penyebaran virus corona yang menjadi pandemi ini.
Cara pencegahan itu mulai dari penyemprotan cairan disinfektan pada ruas jalan dan perkantoran, memasang bilik sterilisasi, drive thru sterilisasi, pembagian hand sanitizer dan masker gratis, hingga memasang wastafel.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengimbau warganya yang merantau ke Jakarta tidak mudik saat lebaran Idul Fitri tahun ini. Ia menyarankan warganya yang merantau untuk pulang kampong saat lebaran Idul Adha.
"Kita tetap mengimbau masyarakat Jatim yang ada di Jakarta, saya ingin menyampaikan untuk kebaikan keluarga kita tetap berada di rumah. Kalau ingin mudik ditunda sampai Idul Adha," tutur Khofifah, Senin (30/3/2020).

Ia menambahkan, diharapkan saat Idul Adha nanti, Covid-19 sudah berakhir alias tidak ada lagi. Ia meminta masyarakat Jatim tetap sabar dan disiplin dalam menghadapi virus corona.
"Supaya kita sehat dan orang lain sehat. Saya juga mengimbau pada mereka yang bukan warga Madura agar menunda perjalanan menuju Madura. Ini demi kebaikan bersama," ucapnya.
Baca Juga : Hanya Dua dari 38 Daerah di Jawa Timur yang Masih 'Bebas' Corona
Hingga saat ini, warga Jatim yang terpapar positif virus corona mencapai 90 orang. Sementara PDP mencapai 336 orang dan ODP 5.071 orang. Sementara 13 orang dinyatakan sembuh dan 7 meninggal dunia.
Baca Juga : Khofifah Tegaskan Tidak Ada Lockdown di Madura
(Erha Aprili Ramadhoni)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.