nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dinkes Malang: Jangan Kucilkan Pasien Corona, Mereka Korban Bukan Pelaku Kejahatan

Avirista Midaada, Okezone · Senin 30 Maret 2020 11:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2020 03 30 519 2191075 dinkes-malang-jangan-kucilkan-pasien-corona-mereka-korban-bukan-pelaku-kejahatan-wQuYdYS6bU.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MALANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang meminta warga tidak panik dan melabeli penderita corona, sebagai orang yang harus dikucilkan dari lingkungan. Pasien corona bukanlah pelaku kejahatan.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Malang, dr. Arbani Mukti Wibowo mengatakan, banyak masyarakat yang khawatir saat ada warga atau tetangganya yang terindikasi terjangkit virus corona. 

"Waspada itu penting, tapi panik jangan. Kalau panik itu masyarakat jadi merasa terprovokasi untuk mengucilkan menyudutkan pasien," ujar Arbani saat dikonfirmasi, Senin (30/3/2020).

Arbani menegaskan, pasien corona juga merupakan korban, bukan orang yang melakukan kejahatan atau pelaku hukum lainnya.

Infografis Okezone

“Janganlah tetangga punya pikiran negatif bahwa itu Covid-19, terus jangan panik. Dia juga korban dari wabah ini, bukan sengaja jadi setiap orang pun bisa terpapar baik saya pun bisa terpapar," imbuhnya.

Baca juga: Cegah Corona, Jangan Gunakan Hand Sanitizer Berlebihan!

Selain itu, orang yang terindikasi menderita corona juga harus punya kesadaran dan didukung untuk melakukan karantina mandiri.

"Kami harapkan kalau menemukan temannya atau saudaranya seperti itu (terindikasi terjangkit corona), mereka yang sakit disuruh karantina diri, bagaimana prosedur di dalam rumah, tetap tinggal di kamar alat makan harus terpisah, diberi tanda begitu sehingga anggota keluarga lain tidak terpapar," ucapnya.

Dia juga mengimbau masyarakat tidak malu dan takut untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan setempat, jika merasakan gejala seperti terjangkit corona.

Terdapat lima pasien positif corona di Kota Malang, yang dirawat di RSUD Kanjuruhan, Kepanjen. Sedangkan jumlah orang yang masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 17 orang dan 61 orang dalam pemantauan (ODP). 

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini