JAKARTA - Dana sumbangan dari warga kepada Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sampai saat ini tercatat mencapai Rp80 miliar.
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah berkenan menyumbangkan rezekinya guna menangani penyebaran virus corona.
Pemerintah, kata Yuri sapaannya, berjanji akan transparan dalam penggunaan dana urunan dari masyarakat tersebut. Tak hanya itu, pemerintah juga mengupayakan penggunaan sumbangan itu tepat sasaran.
"Kami akan secara transparan terhadap bantuan ini akan digunakan dengan tepat dan tanggung jawab serta dilaporkan terbuka, di portal bnpb.co.id, maupun covid 19.co.id," kata Yuri dalam konferensi pers live streaming di Gedung Graha BNPB, Jakarta, Selasa (31/3/2020).

Yuri meyakini, sumbangan tersebut akan semakin bertambah setiap harinya. Oleh sebab itu, Ia berusaha agar dana patungan tersebut bisa disalurkan secara amanah dan sesuai kebutuhan.
"Gugus tugas telah makasih terima sumbangan masyarakat cukup besar, kami yakin akan bertambah, dua rekening baik di rekening Covid-19 senilai Rp40 miliar lebih maupun rekening desk relawan gugus tugas ini juga jumlahnya Rp40 miliar lebih," papar Yuri.
Dari pertama kali diumumkannya virus corona masuk ke Indonesia pada Senin 2 Maret 2020, jumlah pasien terus bertambah. Begitupula dengan kasus kematian dan yang dinyatakan sembuh.
DKI Jakarta pun sampai saat ini masih tercatat menjadi provinsi yang paling banyak warganya terjangkit virus corona.
Pemerintah Indonesia melalui gugus tugas percepatan penanganan virus corona pun melakukan beragam upaya guna menekan angka penyebaran virus tersebut.
Antisipasi itu mulai dari Cocial Distancing hingga kekinian Physical Distancing atau jaga jarak diri. Tak hanya itu, masyarakat pun diimbau untuk mengurangi aktivitas diluar rumah yang tidak terlalu penting.
Bahkan, Pegawai Negeri Sipil (PNS), karyawan swasta juga diterapkan Work For Home (WFH) guna menekan angka penyebaran. Meskipun, masih ada masyarakat yang harus kerja ke lapangan demi mencari nafkah.
TNI dan Polri pun sudah melakukan upaya pencegahan. Mulai dari melarang seluruh kegiatan yang menghadirkan kerumunan massa seperti resepsi pernikahan, seminar ataupun hal lainnya. Itu dilakukan sementara selagi corona masih menjadi pandemi.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.