Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pemkot Malang Pastikan Bilik Sterilisasi Corona Berbahan Antiseptik dan Aman bagi Manusia

Avirista Midaada , Jurnalis-Selasa, 31 Maret 2020 |14:19 WIB
 Pemkot Malang Pastikan Bilik Sterilisasi Corona Berbahan Antiseptik dan Aman bagi Manusia
Bilik Sico di Pemkot Malang (foto: Okezone.com/Avirista)
A
A
A

KOTA MALANG - Imbauan untuk tidak menggunakan cairan disinfektan sebagai bahan untuk bilik sterilisasi mencegah corona supaya tak terpapar kanker, ternyata sudah berjalan di Kota Malang.

Kabag Humas Pemkot Malang, Nur Widianto memastikan, bilik sterilisasi pencegahan corona bernama Sico (Sikat Corona) buatan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, yang dipasang di sejumlah tempat di Kota Malang bukanlah berbahan cairan disinfektan, melainkan cairan antiseptik.

"Sejak awal sebenarnya kita sudah membedakan antara antiseptik dan disinfektan. Kita pastikan bilik sterilisasi itu aman karena terbuat dari antiseptik, bukan disinfektan," ungkap Nur Widianto, saat dikonfirmasi Okezone, Selasa (31/3/2020).

 Baca juga: Pemerintah Antisipasi Kepulangan 4 Kelompok WNI ke Indonesia di Tengah Pandemi Corona

Ia justru meminta masyarakat yang melakukan penyemprotan secara mandiri ke sejumlah orang yang masih menggunakan cairan disinfektan untuk dihentikan.

"Kita bedakan kalau disinfektan iu menyasar benda mati, kalau antiseptik itu digunakan untuk bilik sterilisasi yang langsung terkena manusia. Kita pesankan ke warga yang membuat penyemprotan secara swadaya untuk berhati - hati. Jangan sampai menggunakan campuran itu (cairan disinfektan) untuk manusia, tapi untuk benda mati," terangnya.

 Kemendagri Keluarkan Pedoman Umum Menghadapi Pandemi Corona bagi Pemda

Sebelumnya, pakar virus Universitas Brawijaya dr. Andrew William Tulle sempat mengingatkan bila ada penyemprotan bilik sterilisasi corona ke manusia langsung yang berbahan cairan disinfektan, untuk dihindari.

"Ada resiko seperti itu (terkena kanker ke depannya), di bidang mikrobiologi ada dua istilah antiseptik dan disinfektan, kalau disinfektan adalah bahan yang digunakan untuk membunuh mikroorganisme pada benda mati," tutur Andrew.

"Jadi kalau manusia terpapar bahan disinfektan, ada resiko atau kemungkinan muncul efek negatif. Efek jangka pendek bisa iritasi atau jangka panjang, bisa kemungkinan memicu kanker, karena bahan disinfektan peruntukannya bukan untuk makhluk hidup," tambahnya.

Larangan penyemprotan cairan disinfektan ke manusia juga telah diatur WHO (World Health Organization) melalui artikelnya. Hal ini telah disampaikan Dekan FKUI Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, yang mengaku sempat berbincang dengan perwakilan WHO untuk Indonesia, Dr. Parani.

"Saya sempat berdiskusi dengan Dr.Parani WHO representative Indonesia dan beliau juga sama khawatirnya dengan saya. Bahwa penyemperotan disinfektan langsung ke tubuh kita, beliau menyebutkan Please Do not Spray disinfectant on people dan beliau juga menambahkan it may be harmful,” tukasnya.

Sebagai informasi di Kota Malang sejumlah bilik sterilisasi terpasang di fasilitas publik, seperti Balaikota Malang, stasiun, hingga rumah sakit. Bilik sterilisasi tersebut merupakan karya mahasiswa Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya yang dipesan oleh Pemkot Malang.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement