Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sindikat Love Scamming di Semarang Digerebek, 4 WN Tiongkok dan Ratusan Ponsel Disita

Nur Khabibi , Jurnalis-Minggu, 07 Juni 2026 |21:10 WIB
Sindikat Love Scamming di Semarang Digerebek, 4 WN Tiongkok dan Ratusan Ponsel Disita
Sindikat Love Scamming di Semarang Digerebek (foto: dok ist)
A
A
A

JAKARTA - Kantor Imigrasi Semarang bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah, membongkar praktik dugaan penipuan daring berkedok hubungan asmara atau love scamming yang beroperasi di Kota Semarang. Dalam operasi tersebut, empat warga negara asing (WNA) asal Tiongkok berhasil diamankan.

Pengungkapan kasus ini berawal dari operasi pengawasan keimigrasian yang dilakukan pada Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 23.30 WIB di kawasan Puri Anjasmoro, Semarang Barat. Sebelum penggerebekan dilakukan, Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Semarang telah melakukan penyelidikan intensif selama dua pekan.

Empat WNA yang diamankan masing-masing berinisial HJ (40), HK (44), HY (44), dan TW (37). Selain itu, petugas turut mengamankan dua warga negara Indonesia berinisial DS (26) dan E (26) guna dimintai keterangan terkait dugaan keterlibatan mereka dalam aktivitas tersebut.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang bukti elektronik dalam jumlah besar yang diduga digunakan untuk mendukung operasi penipuan daring. Barang bukti yang diamankan meliputi 604 unit telepon genggam berbagai merek, 11 laptop, 10 komputer all-in-one (AIO), satu printer, satu hard disk, satu proyektor, satu perangkat wireless portable, ratusan kartu SIM, tiga paspor Republik Rakyat Tiongkok, serta sejumlah dokumen lainnya.

Kepala Kantor Imigrasi Semarang, Ari Widodo, mengatakan hasil pemeriksaan awal menunjukkan para WNA tersebut diduga menjalankan praktik love scamming dengan memanfaatkan berbagai platform komunikasi digital, termasuk aplikasi DingTalk dan Ding Ding.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, para warga negara asing tersebut diduga menjalankan aktivitas love scamming dengan memanfaatkan berbagai platform komunikasi digital, termasuk aplikasi DingTalk dan Ding Ding," ujar Ari, Minggu (7/6/2026).

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement