nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemkot Cirebon Larang ASN Mudik di Tengah Pandemi Corona

Fathnur Rohman, Jurnalis · Selasa 31 Maret 2020 22:35 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 03 31 525 2192083 pemkot-cirebon-larang-asn-mudik-di-tengah-pandemi-corona-NIuIZB80hk.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone.com)

CIREBON - Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon, Jawa Barat mengimbau masyarakat di Kota Cirebon, Jawa Barat yang sedang merantau di luar kota, khususnya di daerah terjangkit virus corona (Covid-19) agar tidak pulang ke Kota Cirebon untuk sementara waktu. Hal ini guna meminimalisir terjadinya penyebaran Covid-19.

Wali Kota Cirebon, Nashurdin Azis menerangkan, pihaknya juga akan melarang para aparartur sipil negara (ASN) untuk melakukan mudik. Selain itu, ia meminta masyarakat di luar Kota Cirebon agar menunda rencana bepergian ke Kota Cirebon saat pandemi virus corona seperti sekarang ini.

Azis mengakui, banyak warganya bekerja di luar kota dan ingin segera pulang ke Kota Cirebon saat ini juga. Terutama mereka di wilayah yang banyak ditemukan kasus Covid-19. Seperti Jakarta, Bekasi, dan sebagainya.

"Kami mohon bersabar. Berdoa secara khusyuk lebih baik ketimbang pulang ke kampung halaman. Selain itu, sesuai dengan keputusan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi yang meminta warga untuk tidak melakukan mudik terlebih dahulu, ASN juga akan kami larang untuk mudik tahun ini," kata Azis kepada wartawan, Selasa (31/3/2020).

Lebih lanjut Azis menjelaskan, pihaknya belum berencana melakukan kebijakan local lockdown atau karantina wilayah, terkait pandemi virus corona. Sebab, hal tersebut merupakan keputusan dari pemerintah pusat. Selain itu, kebijakan lockdown juga memiliki resiko yang cukup besar bila diterapkan.

Infografis COVID-19

Azis mengatakan, untuk saat ini Pemkot Cirebon akan meningkatkan upaya pencegahan penyebaran virua corona. Di antaranya, seperti menyemprot disinfektan ke seluruh ruas jalan di Kota Cirebon. Penyemprotan tersebut ini bekerjasama dengan Polres Cirebon Kota menggunakan armada watercanon.

"Kami tidak akan menerapkan lockdown wilayah, karena risiko untuk melakukannya cukup besar. Kami melakukan penyemprotan disinfektan secara masif kembali digelar hari ini. Tim penyemprotan dibagi menjadi 3, dengan sejumlah titik yang dituju," tandasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini