Kedua jejaring sosial itu sebenarnya jarang mengganggu pesan-pesan yang di-posting para pemimpin dunia, bahkan ketika pesan-pesan itu terbukti tidak benar. Tetapi di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia saat ini kedua jejaring sosial utama itu di bawah tekanan untuk memerangi kesalahan informasi seputar penyakit tersebut.
Twitter telah memperbarui panduannya untuk memerangi kesalahan informasi medis yang bertentangan dengan pedoman kesehatan masyarakat internasional. Demikian juga dengan Facebook yang berkomitmen untuk menghapus informasi yang dapat menyebabkan dampak kerusakan fisik.
Posting yang diunggah Bolsonaro memperlihatkan dia berbicara kepada orang-orang di jalan-jalan Taguatinga.
Dalam keterangan kepada BBC, Facebook mengatakan telah menghapus video dari situsnya dan dari Instagram, yang juga dimilikinya, karena melanggar standar komunitasnya karena menyebabkan kerugian.
Pernyataan lanjutan yang dirilis Facebook melalui Buzzfeed dan The Verge mengklarifikasi klaim tentang hydroxychloroquine adalah alasan utama penghapusan posting tersebut.