Poster lainnya menyarankan wanita yang bekerja di rumah untuk memakai riasan dan berpakaian rapi, bukan dengan pakaian santai.
"Kami meminta maaf jika beberapa tips yang kami bagikan tidak sesuai dan menyentuh kepekaan beberapa pihak," isi pernyataan Kementerian Pembangunan Wanita, Keluarga dan Masyararkat Malaysia.
Permintaan maaf dilakukan setelah poster memicu kemarahan warganet.
"Itu sangat merendahkan baik wanita maupun pria," kata Nisha Sabanayagam, seorang manajer di All Women's Action Society, sebuah kelompok advokasi Malaysia.
"Poster-poster ini mempromosikan konsep ketidaksetaraan gender dan mengabadikan konsep patriarki," katanya kepada Reuters, mengutip Al Jazeera.