Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jenazah Pasien Covid-19 Ditolak Warga, Pemerintah Dinilai Perlu Gandeng Ulama

Taufik Budi , Jurnalis-Rabu, 01 April 2020 |21:58 WIB
Jenazah Pasien Covid-19 Ditolak Warga, Pemerintah Dinilai Perlu Gandeng Ulama
Ilustrasi. (Foto : Shutterstock)
A
A
A

SEMARANG – Warga Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menolak pemakaman jenazah pasien positif Covid-19. Mereka mengaku khawatir bakal tertular virus corona dari jenazah pasien yang telah dimakamkan.

Wakil Ketua Komisi Informasi Provinsi (KIP) Jawa Tengah, Zainal Abidin Petir mengatakan, pemerintah mesti menggandeng tokoh-tokoh agama untuk menenangkan masyarakat. Penolakan itu diduga akibat masyarakat belum mendapatkan pemahaman yang utuh seputar virus corona.

“Jangan cuma bupati, wali kota, gubernur, tapi pemahaman-pemahaman ini kan tugas-tugasnya ustaz, ulama untuk meredam supaya jangan terlalu panik, ya semuanya akan mati tapi kita tetap waspada,” kata Zainal, Rabu (1/4/2020).

“Ini (corona) bukan penyakit yang aib (menjijikkan), kenapa ketika ada yang meninggal ketika mau dimakamkan ditolak?” lugasnya.

Selain memberikan perawatan kepada pasien yang terindikasi terpapar Covid-19 di rumah sakit, pemerintah memiliki kewajiban mengedukasi masyarakat agar tak terlalu panik. Sebab, kepanikan sudah mulai terlihat di kampung-kampung hingga terjadi penolakan pemakaman pasien.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement