Jatim Siap Produksi Massal APD untuk Tenaga Medis

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 01 April 2020 13:53 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 01 519 2192344 jatim-siap-produksi-massal-apd-untuk-tenaga-medis-bYWfJeBdYm.jpg APD produksi UMM (Foto: Ist)

MALANG - Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersiap memproduksi massal alat pelindung diri (APD) untuk petugas medis yang menangani pasien corona. Hal ini setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur mempertemukan bahan baku suplier dengan UMM yang memproduksi baju APD.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, tengah berupaya memenuhi APD sesuai standar kepada petugas medis yang menangani pasien Covid-19. "Kami sangat hati - hati karena ini keperluan medis, maka tidak bisa asal ada," ujar Emil Dardak, pada Rabu (1/4/2020) melalui keterangan tertulis yang diterima.

Oleh karena itu, pihak Pemprov Jawa Timur telah meminta blue print baju pelindung diri coverall dari rumah sakit UMM untuk diproduksi lebih banyak.

"Kami sudah kontak dengan RS UMM di sana sudah membuat APD menggunakan dua bahan parasut ripstop T190 atau Poly propylene spun bonded. Pakaian ini sudah bisa memberikan pakaian kedap dari cairan," jelasnya.

Di sisi lain Ketua Satgas Penanganan Covid-19 RS UMM dr. Thontowi Djauhari membenarkan kalau pihak Pemprov Jawa Timur malui Bakorwil Malang telah mengambil blue print desain APD coverall itu untuk diproduksi secara massal. Dirinya optimis bila Pemprov Jawa Timur bisa menggerakkan UMKM untuk memproduksi APD karya RS UMM lebih banyak lagi, untuk mencukupi kebutuhan APD tenaga medis.

"Saya percaya tim Pemprov bisa menggerakkan untuk memproduksi lebih banyak," imbuhnya.

Produk Alat Pelindung Diri (APD) Coverall buatan RS UMM sendiri dibanderol dengan harga Rp 200 ribu per potong, dengan pakaian APD yang sesuai standar keamanan medis. "Kalau tidak menangani pasien Covid-19 bisa pakai APD yang biasa harganya Rp 50 ribuan," lanjut Thontowi.

Selain APD untuk tenaga medis, pihak UMM juga memproduksi alat safety chamber atau bilik keselamatan untuk menunjang kerja dokter agar tetap aman. Alat berbentuk kotak transparan ini diharapkan mampu meminimalisir penularan virus ke tenaga medis.

"Cara penggunaannya pasien tinggal masuk ke pelindung yang terbuat dari bahan mika untuk diketahui gejala yang dirasakan. Tenaga medis yang bertugas tentunya akan lebih akan karena dipisahkan ruang dari pasien," jelas Thontowi.

Nantinya, alat bilik keselamatan ini dilengkapi dengan sejumlah fitur lain untuk meminimalisir penularan, seperti alat bantu pernapasan sehingga tetap merasa nyaman saat pemeriksaan di dalam safety chamber.

Thontowi alat - alat inovasi kesehatan prakarsa UMM ini nantinya akan diproduksi massal di tengah pandemi Corona guna membantu rumah sakit rujukan pasien corona dan tenaga kesehatan.

"Perawatannya mudah, tinggal dibersihkan dengan alkohol atau cukup menggunakan sabun deterjen, karena deterjen lebih efektif membersihkan," tukasnya.

Sejauh ini sejumlah pihak tampak berminat terhadap alat kesehatan produksi UMM. Bahkan Pemprov Jawa Tengah telah melakukan negosiasi untuk meminta contoh blue print desain APD RS UMM untuk diproduksi massal.

(kha)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini