
Ia menceritakan bahwa ayahnya membeli sebuah mobil Mercedes Benz bekas, sekira dua tahun lalu. Namun tak lama kemudian mobil itu rusak.
“Dia tidak bisa lagi mengendarainya, tapi di situlah dia bahagia dan menghabiskan banyak waktunya duduk di belakang kemudi dan berkata ketika saatnya tiba dia ingin dimakamkan di dalamnya,” ujar Sefora.
"Kami mendengarkannya dan menghormati keinginannya dan berharap dia senang," katanya setelah pemakaman di desa Jozana di Sterkspruit, Eastern Cape.
Sumber-sumber keluarga mengatakan, Pitso yang duda tidak sehat dan meninggal karena usia tua.