Anak-anak yang punya sedikit teman, terintimidasi atau terisolasi di sekolah cenderung mengalami tingkat kecemasan yang tinggi, depresi, dan beberapa kelambanan dalam perkembangan.
Namun jika dikaitkan dengan pandemi global seperti COVID-19, tidak ada catatan yang dapat menjadi rujukan bagi para ahli medis.
"Studi yang dilakukan lebih mengarah pada isolasi secara paksa tanpa adanya dukungan," papar Elena Mikalsen, Kepala Bagian Psikologi di Rumah Sakit Anak San Antonio.
"Situasi yang kita hadapi sekarang, begitu banyak dukungan sosial ... yang merupakan salah satu indikator besar tentang baiknya kesehatan seseorang termasuk kesehatan mental."
Elena menambahkan suatu hal yang sangat membantu ketika seluruh dunia berada dalam situasi yang sama, yang mengarah pada perkembangan strategi penanganan yang cepat dari berbagai sumber, termasuk teman, sekolah, dan bisnis.
(Rachmat Fahzry)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.