nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bupati Karanganyar Malah Melantik Kepala Desa di Tengah Merebaknya Covid-19

Bramantyo, Okezone · Jum'at 03 April 2020 22:29 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2020 04 03 512 2193837 bupati-karanganyar-malah-melantik-kepala-desa-di-tengah-merebaknya-covid-19-i4LftdTLN7.jpg Bupati Karanganyar saat melantik kepala desa terpilih (foto: Okezone.com/Bram)

SOLO - Pelantikan tujuh Kepala Desa terpilih hasil Pilkades, tetap dilakukan Bupati Karanganyar di tengah Pandemi virus Corona.

Padahal, tujuh poin maklumat Kapolri menyangkut kegiatan sosial masyarakat yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak, baik di tempat umum maupun lingkungan sendiri untuk sementara ditiadakan, sudah jelas mengatur larangan menggelar kegiatan di tengah pandemi.

Pantauan Okezone, jalannya pelantikan berbeda dari biasanya. Biasanya, sebelum Pandemi Covid-19, pelantikan digelar di Pendopo Rimah Dinas Bupati, dengan dihadiri keluarga dan massa pendukung kades terpilih yang dilantik.

Namun, kali ini sedikit berbeda. Meskipun dilakukan di rumah dinas, namun jalannya pelantikan Kades terpilih itu yang dilakukan Bupati Karanganyar Juliyatmono dilakukan diruang Anthotium. Dan tidak dihadiri oleh kerabat dan pendukung kades terpilih.

 virus corona

Sebelum pelantikan dimulai, pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) memberikan masker pada tamu undangan. Sayangnya tak ada satupun yang mau menjelaskan alasan tetap melantik Kepala Desa di tengah Pandemi Corona.

Sementara itu Bupati Karanganyar Juliyatmono meminta Kepala desa terpilih untuk segera mendata warga perantauan yang pulang kampung halaman. Ia meminta agar Kepala Desa menyampaikan pada para perantau itu untuk melaksanakan karantina mandiri di rumah dengan pengawasan.

"Khususnya yang berasal dari Jabodetabek. Sampaikan jangan keluar rumah dahulu selama 14 hari ke depan," papar Juli saat melantik Kepala Desa, Jumat (3/4/2020).

Selain melakukan pendataan bagi para perantau, Juli pun meminta agar Kepala Desa menyisihkan dana desa untuk pemberantasan Pandemi virus Covid-19 .

"Kepala Desa bisa menyisihkan dana desa untuk pembelian disinfektan sebagai bahan penyemprotan guna memutus rantai penyebaran virus corona," pungkasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini