nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

'Robocop' Tunisia Patroli Tegakkan Prosedur Lockdown Selama Wabah Virus Corona

Rachmat Fahzry, Okezone · Sabtu 04 April 2020 17:18 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 04 18 2194175 robocop-tunisia-patroli-tegakkan-prosedur-lockdown-selama-wabah-virus-corona-WdqaaI7bfG.jpg 'Robocop' Tunisia patroli jaga kota selama lockdown. (Foto/MBC News)

TUNIS - Kementerian Dalam Negeri Tunisia mengerahkan robot polisi [Robocop] untuk berpatroli di jalan-jalan Tunis, ibu kota Tunisa untuk menegakkan karantina wilayah alias lockdown yang diberlakukan pada bulan memerangi penyebaran virus corona.

Dikenal dengan PGuard, robot itu dioperasikan dari jarak jauh dan dilengkapi dengan kamera inframerah dan termal. Selain itu, robot juga dilengkapi sistem alarm suara dan cahaya.

Dalam gambar dan suara yang diposting di laman Kemendagri Tunisia pada bulan lalu, PGuard memanggil pelanggar aturan lockdown, "Apa yang kamu lakukan? Tunjukkan pada saya ID Anda. Anda tidak tahu ada lockdown?"

Baca juga: Petugas KesehatanTeletubbies, Merawat Sekaligus Menghibur Pasien Corona di Filipina

Baca juga: Abaikan Perintah Tinggal di Rumah, Permukiman Ultra-Ortodoks Yahudi di Israel Terpapar Virus Corona

Pemerintah Tunisia juga telah menerapkan jam malam malam sejak 17 Maret dan sudah memberlakukan lockdown dari 22 Maret.

Sejak 2 Maret, 14 orang telah meninggal karena virus corona di Tunisia di mana 455 kasus yang dikonfirmasi telah terbukti positif untuk penyakit ini.

Pembuat robot Tunisia, Anis Sahbani mengatakan kepada AFP, mesin itu pertama kali diproduksi pada 2015 untuk melakukan patroli keamanan dan beroperasi melalui kecerdasan buatan.

Robot itu, yang dibangun oleh perusahaan Enova Robotics milik Sahbani, berharga antara 100.000-130.000 euro (sekira Rp1,7 miliar-Rp2,3 miliar) dan sebagian besar telah dijual ke ke perusahaan di luar negeri untuk keamanan.

Sejumlah robot juga telah disumbangkan ke Kementerian Dalam Negeri Tunisia.

Berbasis di kota timur Sousse, perusahaan tersebut sekarang berencana untuk menyebarkan robot lain di rumah sakit Tunis untuk membantu pasien yang terinfeksi virus corona bisa berkomunikasi dengan kerabat.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini