"Bukan hari ini meninggal 11. Itu akumulasi sejak pertama sama yang kemarin. Sehingga kita yang sejak pertama mencatat, tiba-tiba ada angka 11 yang dimasukkan. Kita juga kaget tadi membacanya. Maka setelah di-clearance tidak ada. Itu akumulatif," terang Ganjar kepada Semarangpos.com, Jumat.
Dengan bertambahnya kasus meninggal dunia ini, membuat rasio kematian pasien positif corona di Jateng merupakan yang tertinggi di Pulau Jawa. Adapun rasio kematiannya sebesar 15,79 persen.
Di bawah Jateng, rasio kematian tertinggi kedua ada di Jawa Barat dan DI Yogyakarta, yakni 11,11%. Disusul DKI Jakarta (9,27%), Banten (8,24%), dan Jawa Timur (7,10%).
(Amril Amarullah (Okezone))
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.