JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memutakhirkan gempa yang terjadi di Blitar, Jawa Timur, menjadi magnitudo 5,0, yang sebelumnya berkekuatan magnitudo 5,2. Gempa tersebut berpusat di laut pada jarak 144 km arah Tenggara Kabupaten Blitar, Jawa Timur, dengan kedalaman 42 km.
Getaran gempa yang terjadi pada pukul 15.02 WIB tersebut bukan hanya dirasakan di daerah Blitar saja. Getaran lindu tersebut terasa hingga ke Malang dan Nganjuk.
"Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Blitar, Malang, Karangkates II-III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), Nganjuk, Trenggalek II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang)," Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono melalui pesan singkatnya, Selasa (7/4/2020).
Hingga saat ini, BMKG belum mendapatkan laporan lebih jauh terkait dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Namun, BMKG memastikan dari hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Adapun, jenis gempa bumi yang terjadi di Blitar ini merupakan gempa bumi dangkal akibat subduksi lempeng Indo-Australia yang menunjam dibawah lempeng Eurasia. Hal itu dianalisis BMKG setelah memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault)," ucapnya.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.