nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Topan Super Harold Hantam Fiji, Ratakan Bangunan dan Timbulkan Korban Luka-Luka

Rahman Asmardika, Okezone · Rabu 08 April 2020 17:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 04 08 18 2196240 topan-super-harold-hantam-fiji-ratakan-bangunan-dan-timbulkan-korban-luka-luka-FBsdjYXtNV.jpg Foto: Reuters.

SYDNEY – Badai tropis dahsyat menghantam Fiji pada Rabu (8/4/2020), menghancurkan bangunan dan menyebabkan korban luka-luka di Ibu Kota Suva. Topan Harold menambah tekanan bagi warga Fiji yang tengah bersiap menghadapi ancaman pandemi virus corona (COVID-19).

Topan kategori lima, kategori tertinggi, itu melewati Fiji pada tengah hari meratakan rumah-rumah dan memutus jalur komunikasi di negara kepulauan di Pasifik Selatan itu. Fiji telah memberlakukan pembatasan pergerakan untuk mencegah penyebaran virus corona.

“Kami telah melihat laporan korban cedera,” kata Vasiti Soko, direktur Kantor Manajemen Bencana Nasional Fiji sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (8/4/2020)

"Mengenai jumlah, serta intensitas, dari cedera, itu belum dipastikan."

Belum ada laporan mengenai korban tewas, tetapi sekira 10 rumah di Suva hancur akibat badai tersebut.

Video dan foto di media sosial memperlihatkan jalan-jalan yang banjir, angin kencang, dan bangunan-bangunan hancur di pulau utama Fiji, di mana Suva terletak. Para pejabat darurat bergegas untuk menjalin kontak dengan pulau selatan Kapavu, setelah badai memutus komunikasi.

Badai itu melanda di saat Fiji tengah menghadapi ancaman pandemi virus corona.

Meskipun sejauh ini negara itu hanya mencatat 15 kasus Covid-19 yang dikonfirmasi dan tidak ada kematian, Perdana Menteri Frank Bainimarama telah melarang pertemuan yang tidak perlu dengan lebih dari 20 orang, selain langkah-langkah lainnya.

Bainimarama mendesak semua warga Fiji untuk tinggal di dalam rumah kecuali disuruh mengungsi.

"Pusat evakuasi kami aman, mereka dibersihkan dan dipantau untuk memastikan mereka tidak melebihi kapasitas," kata Bainimarama dalam posting media sosial pada Rabu.

"Mereka yang berada di bawah karantina karena ancaman virus corona tidak akan bercampur dengan orang lain."

Topan itu, yang telah menewaskan puluhan orang di Kepulauan Solomon sebelum menghancurkan bangunan di Vanuatu, diperkirakan akan sampai ke Tonga dalam beberapa hari.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini