Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Solusi Pembelajaran di Tengah Pandemi Corona Adalah Guru Kreatif

Windy Phagta , Jurnalis-Rabu, 08 April 2020 |22:44 WIB
Solusi Pembelajaran di Tengah Pandemi Corona Adalah Guru Kreatif
ilustrasi
A
A
A

BANDA ACEH – Berbagai sekolah di daerah menemukan sejumlah kendala dalam proses belajar mengajar secara daring akibat pandemi Covid-19. Mereka menyampaikannya kepada Komisi X DPR-RI untuk menemukan solusinya.

Anggota Komisi X DPR-RI, Dr Muhammad Kadafi, mengakui kendala yang dialami sejumlah sekolah memang tak dapat terhindarkan. “Kondisi kita yang sedang dalam darurat kesehatan berdampak ke sejumlah sektor lainnya. Dibutuhkan kerjasama yang kuat semua pihak dalam mencari solusinya,” ujarnya, Rabu (8/4/2020).

Sebagai contoh, kata Kadafi, para guru dan murid yang terbiasa dalam pola belajar mengajar tatap muka mendadak belajar secara online. Sementara, tidak semua daerah memiliki kestabilan jaringan internet sehingga para guru dan murid harus kreatif adalah solusinya. “Saya sangat mengapresiasi guru dan murid yang kreatif dalam masa-masa pandemi Covid-19 ini,” kata Kadafi.

Sementara di perkotaan yang jaringan internetnya lebih lancer juga tak sepenuhnya nyaman. “Di dunia maya ada pula hacker yang mengintai merusak proses penggunaan aplikasi belajar mengajar. “Jadi seperti saya katakan bahwa kerjasama adalah yang paling penting,” katanya.

Kendala yang harus dihadapi sejumlah sekolah daerah, misalnya, seperti yang disampaikan Kepala Sekolah SMK Madani Brebes, Mujahidin, kepada Komisi X DPR-RI. “Contohnya masalah terbatasnya kouta internet yang terkadang memberatkan orang tua. Begitu juga dengan alat komunikasi yang tak mendukung,” kata Mujahidin.

Baca Juga : Pemuda Indramayu Positif Corona Meski Hasil Rapid Test-nya Negatif

Lain lagi persoalan di Tegal, Jawa Tengah. Komite Sekolah SMP Ihsaniyah Tegal, Jawa Tengah, Rofiudin. Ia mengatakan bahwa tidak semua guru menguasai teknologi informasi dan tidak semua siswa memiliki seluler. “Para orang tua yang tidak melek teknologi juga stress dengan pendidikan online,” kata Rofiudin.

Sementara Kepala Sekolah SMA N 1 Slawi, Mimik Supriyatin, mengatakan di antara para guru juga ada yang kurang mampu memenej waktu, karena secara fisik dan mental memang belum siap. “Selain itu, guru dan siswa yang belajar di rumah juga terlibat dengan kegiatannya di rumahnya, misalnya membersihkan rumah, mengurus keluarga seperti memasak dan lainnya,” katanya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement