
Adapun, bantuan alat laboratorium dari BIN yakni, Automated Extraction and Purification System, Refrigerated Microcentrofuge, qRT PCR System, CO² Incubator, dan -80C Freezer.
Menurut Bambang, kedepannya, BIN akan melanjutkan kerjasama dengan LBM Eijkman, terutama untuk penelitian dan pengembangan Vaksin Covid-19.
Dalam pengembangan vaksin Covid-19, LBM Eijkman ditugaskan oleh Pemerintah untuk memimpin konsorsium pembuatan vaksin tersebut. Hal ini menjadi penting, karena Indonesia harus mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam membuat vaksin, khususnya jika terjadi pandemi, termasuk vaksin Covid-19 ini.
Sementara itu, Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Amin Soebandrio menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh BIN.