Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Dua Dokter di Bangkalan Positif Covid-19

Syaiful Islam , Jurnalis-Sabtu, 11 April 2020 |12:58 WIB
Dua Dokter di Bangkalan Positif Covid-19
Ilustrasi. (Foto : Okezone.com)
A
A
A

SURABAYA - Jumlah kasus positif terpapar virus corona atau Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di daerah zona merah Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur bertambah menjadi tiga pasien.

Sebelumnya, ada satu pasien dalam pengawasan (PDP) yang menjalankan perawatan intensif di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkalan dinyatakan positif virus corona pada 9 April 2020.

Kini ada dua pasien baru terkonfirmasi positif virus corona yang masuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) dan berprofesi sebagai tenaga medis RSUD Bangkalan. Keduanya membuka praktik mandiri di rumah.

Mereka terkonfirmasi virus Corona berdasarkan hasil tes swap/Polymerase Chain Reaction (PCR) dari Balitbangkes Jakarta. Kasus tersebut, terpublikasi di laman web resmi Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui website infocovid19.jatimprov.go.id

Kedua pasien yang berstatus OTG dari pasangan suami-istri warga Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, memiliki riwayat mengikuti pelatihan klaster Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI).

Ilustrasi

"Mereka berdua dinyatakan positif virus corona setelah hasil swab/PCR dari Laboratorium Litbangkes Jakarta," ujar Humas Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan, Agus Zain, Jumat (10/4/2020) malam.

Pihaknya sudah menjemput kedua pasien yang sempat isolasi mandiri di rumah dan sedang menjalankan isolasi di RSUD Bangkalan.

"Selama proses isolasi, dua pasien tidak boleh kontak dengan siapapun termasuk keluarga. Kecuali dengan petugas, termasuk untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari," ucapnya.

Antisipasi untuk menekan penularan Covid-19, Agus akan melakukan tracing (penelusuran) dan tracking (pelacakan) oleh tim surveilans di RSUD dan Pusat Kesehatan (Puskesmas) Klampis.

Baca Juga : UNICEF Minta Larangan Remaja Keluar Rumah Diperkuat demi Cegah Covid-19

"Semua orang yang pernah kontak langsung dengan dua OTG harus ditelusuri, didata untuk dilakukan rapid test dan diisolasi," tuturnya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement