Sekelompok Dokter Disandera Saat Berusaha Uji COVID-19 di Kashmir

Rahman Asmardika, Okezone · Senin 13 April 2020 21:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 13 18 2198627 sekelompok-dokter-disandera-saat-berusaha-uji-covid-19-di-kashmir-BaDhZJq6C1.jpg Foto: Okezone.

NEW DELHI - Upaya penyelamatan sekelompok dokter yang disandera di Kashmir menyebabkan sedikitnya tiga polisi India terluka. Para dokter itu disandera oleh keluarga seorang penduduk desa yang diuji virus corona baru (COVID-19). 

Bukannya menyelamatkan pasien, dokter di distrik Budgam, bagian administrasi India di wilayah Kashmir yang disengketakan, menghadapi perlawanan tak terduga dari keluarga seorang penduduk desa yang akan diuji virus corona.

Insiden itu bermula ketika para dokter tiba di desa Sheikhpora pada Sabtu (11/4/2020) dan mendekati rumah tempat orang yang diduga menderita virus corona tinggal untuk bertanya.

Namun, mereka mendapatkan sambutan yang tidak ramah, karena keluarga lelaki itu tampaknya mempermasalahkan niat para dokter membawa kerabat mereka ke rumah sakit untuk pemeriksaan. Keluarga pria itu malah malah mengunci para dokter di rumah mereka.

"Segera setelah anggota kami bertanya tentang orang yang memiliki riwayat perjalanan, anggota keluarganya menahan seluruh tim medis kami di rumah mereka," kata pejabat rumah sakit di SDH Chadoora sebagaimana dikutip Berita Pengamat Kashmir (KNO).

Dengan penduduk desa menolak untuk membebaskan mereka, dengan cepat terjadi pertikaian antara keluarga pasien dan polisi, yang dipanggil ke tempat kejadian untuk menyelamatkan kelompok itu.

Penduduk desa yang marah tidak mau menyerah tanpa perlawanan, melempari polisi dengan batu dalam bentrokan menegangkan yang mengakibatkan tiga petugas terluka.

“Seseorang harus dibawa untuk pemeriksaan tetapi keluarganya menolak & menyandera tim medis di dalam rumah mereka. Partai polisi bergegas ke desa untuk menyelamatkan mereka tetapi mereka diserang dengan batu,” kata polisi dalam sebuah pernyataan yang dilansir Russia Today.

Kebuntuan itu akhirnya diselesaikan dengan polisi membebaskan para tawanan. Investigasi atas insiden tersebut telah diluncurkan.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini