Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Hari Pertama PSBB di Bogor, Kendaraan Masuk Tol Jagorawi Turun 50%

Putra Ramadhani Astyawan , Jurnalis-Rabu, 15 April 2020 |11:40 WIB
Hari Pertama PSBB di Bogor, Kendaraan Masuk Tol Jagorawi Turun 50%
PSBB di Kota Bogor mulai diberlakukan (foto: Putra Ramadhani/Okezone)
A
A
A

BOGOR - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau langsung hari pertama pelaksanaan Pembatasan Social Berskala Besar (PSBB) di pintu masuk tol Jagorawi, Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/4/2020). Menurutnya, pelaksanaan berjalan sesuai harapan, kendaraan yang memasuki tol Jagorawi mengalami penurunan.

"Yang pertama laporan dari Jasa Marga intensitas kendaraan yang melewati pintu masuk lewat tol Jagowari itu sudah turun hampir 50 persen. Jadi sementara tujuan dari PSBB terlihat ada hasilnya di pagi ini," kata Ridwan Kamil kepada wartawan, saat meninjau PSBB di Kota Bogor, Rabu (15/4/2020).

Namun, masih ada pintu masuk lainnya menuju Kota bogor yang juga perlu dijaga untuk pemeriksaan. Jika ada yang melanggar, akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku selama penerapan PSBB.

Kota Bogor ini, kata Kang Emil, memiliki pintu masuk yang tidak sedikit. Karena itulah, ia bersama jajaran Polda Jabar sudah menyiapkan pos-pos penjagaan kendaraan yang akan masuk kota Bogor.

Meraka yang melakukan melanggar aturan yang tujuannya tidak jelas bukan kelompok yang bekerja di 8 zona pengecualian PSBB akan dikenakan sanksi. Jenisnya berbeda-beda, tergantung dari tingkat pelanggarannya. Mulai dari blangko teguran, tindak pidana ringan (tipiring) hingga denda.

"Dengan resminya PSBB, mangkanya sanski itu bisa sudah dilaksanakan dengan baik. Ujung-ujungnya ada sanski sesuai aturan ada kurungan badan, ada tipiring denda dan sebagiannya tapi itu terakhir. Di awal-awal kita beri surat peringatan (teguran) yang mudah-mudahan bisa dilakukan," ungkapnya.

Dia pun berharap, penerapan PSBB ini bisa mendisiplinkan warga untuk nantinya membantu pemerintah kembali memetakan titik-titik mana saja yang akan dikurangi dan ditingkatkan.

"PSBB ini akan dilakukan selama 14 hari sambil bersamaan dilakukan tes masif karena kuncinya itu dengan tes kedisiplinan warga. Dengan tes masif ketemu peta di Kota Bogor khususnya dan Bodebek ini. Sehingga kita bisa memblokade dan mengambil keputusan mana-mana yang PSBB-nya bisa di kurangi, mana yang diperketat," tandasnya.

(Amril Amarullah (Okezone))

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement