Posting Hinaan ke Dokter dan Perawat saat Covid-19, Pria di Sumbar Ditangkap

Rus Akbar, Okezone · Rabu 15 April 2020 19:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 15 340 2199761 posting-hinaan-ke-dokter-dan-perawat-saat-covid-19-pria-di-sumbar-ditangkap-NkeMqt5bRy.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PAYAKUMBUH - Pedagang berinisial D (41), warga Jorong Indo Baleh Timur, Nagari Mungo, Kecamatan Luhak, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat ditangkap Polres Payakumbuh.

Kapolres Payakumbuh AKBP Dony Setiawan mengatakan, tersangka mengunggah ujaran kebencian di Facebook, yang kemudian viral. Akibat unggahannya itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Payakumbuh melapor ke polisi.

Dalam postinganya, pelaku memprovokasi agar pemakaman dokter serta perawat yang terpapar cirus corona (Covid-19) ditolak masyarakat. Ujaran kebencian itu diunggah pelaku di media sosial milik istrinya. Unggahan lantas viral di Grup Info Kesehatan Masyarakat. 

“Komentar pelaku yang mengundang kebencian tersebut banyak ditanggapi netizen," kata AKBP Dony, Rabu (15/4/2020). 

Adapun pelaku menulis pada Jumat 10 April 2020, pukul 20.00 WIB."Semoga makin bnyk Dokter dan Perawat jadi korban Corona ko,, dan smkin bnyk urg yg menolak untuak dmakam kan di bumi alloh ko,,sbb ksombongan itu pkaian setan,, bukan pkaian manusia,,,jadi kalau setan tu mati,,ndk Ado hak nyo bkubua d bumi Allah ko doh,”

Baca juga: Banyak Pelanggaran, Penerapan PSBB di Kota Depok Akan Dievaluasi

Setelah viral, pelaku sadar bahwa kalimatnya bisa menjadi masalah. Tersangka sempat ke Polsek Luhak berusaha untuk mengelabui petugas. 

"Pelaku memberikan laporan palsu bahwa akun Facebook istrinya digunakan untuk mengunggah ujaran kebencian tersebut, di-hack orang lain,” ujar Dony. 

Namun anehnya, saat di Polsek ersangka kembali mengunggah status. “lagi d Polsek, mlaporkan bhwa fb istri saya dbajak,, dan saya slaku kluarga(suami) mhon kpada tman fb smua untuk mmaklumi atas kjdian yg mnimpa istri saya, krna itu bukan istri saya yang komentar, tp justru pihak yang tidak bertanggung jawab, trimakasih”.

Ilustrasi. (Foto: Shuttterstock)

Tak hanya itu, pelaku juga sempat berswafoto di Polsek Luhak dan kembali diunggah di medsos istrinya.

“Akhirnya kami curiga. Kalau memang dibajak, tapi kenapa pelaku memposting permohonan maaf di akun Facebook istrinya itu lagi,” ucapnya.

Polres Payakumbuh kemudian menangkap pelaku. Penangkapan berlangsung di kediamannya di Jorong Indo Baleh Timur, Nagari Mungo, Kecamatan Luhak, Kabupaten Limapuluh Kota.

“Penangkapan kami lakukan Senin (13/4/2020) sekitar pukul 17.00 WIB. Setelah ditangkap, pelaku mengakui perbuatannya menggunakan akun Facebook istrinya untuk memposting ujaran kebencian tersebut,” ujar Dony.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 45A ayat (2) jo pasal 28 ayat (2) atau pasal 45 Ayat (3) jo pasal 27 Ayat 3 UU ITE No 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Undang-Undang No 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Pelaku terancam pidana penjara paling lama enam tahun dan atau denda paling banyak Rp1 Miliar. 

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini