Polisi Paparkan Peta Anatomi Persebaran Virus Corona di Surabaya

Syaiful Islam, Okezone · Kamis 16 April 2020 11:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 16 519 2200011 polisi-paparkan-peta-anatomi-persebaran-virus-corona-di-surabaya-0RBAZ3tWOo.jpg Polisi paparkan peta anatomi persebaran virus corona di Kota Surabaya. (Foto: Syaiful Islam/Okezone)

SURABAYA – Angka persebaran corona virus disease (covid-19) di Provinsi Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya, semakin tinggi setiap harinya. Polisi pun sudah membuat peta anatomi persebaran virus corona di Surabaya, mulai kasus pertama hingga yang terakhir.

Peta anatomi tersebut dibuat untuk mencatat di mana saja kasus covid-19 terjadi. Kemudian polisi melakukan langkah-langkah pencegahan persebaran virus corona, seperti melakukan penyemprotan cairan disinfektan dan menerapkan physical distancing.

Tidak hanya itu, polisi bersama gugus tugas juga menggelar operasi berskala besar dan melakukan rapid test on the spot kepada warga. Sasarannya tempat kerumunan seperti warung kopi yang dijadikan tempat nongkrong anak-anak muda.

"Peta ini saya kasih gambar tentara. Peta ini kami tunjukkan namanya peta anatomi sporofit. Ini menindaklanjuti apa yang disampaikan oleh gugus tugas yang diketuai Ibu Gubernur, karena kami di sini Polri dan TNI adalah bagian dari gugus tugas," terang Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan, Rabu 15 April 2020.

Info grafis update jumlah pasien virus corona per 15 April 2020. (Foto: Okezone)

Dia melanjutkan, polisi membuat peta anatomi tersebut supaya paham tentang bagaimana persebaran virus corona. Dari peta anatomi bisa diketahui bahwa covid-19 masuk ke Jawa Timur yang pertama dan kedua di Malang.

Luki melanjutkan, kemudian yang ketiga di Surabaya. Lalu untuk di Surabaya tepatnya di Surabaya Utara yakni salah satu jalan yakni Jalan Demak. Kasus yang kedua di Surabaya bergeser yang jaraknya radius 600 meter dari pertama.

Setelah itu, tambah dia, bergeser ke wilayah Selatan yaitu daerah Wonokromo dan sekitarnya. Selanjutnya kasus covid-19 kembali ditemukan di Surabaya Utara dan terjadi peningkatan cukup signifikan yang positif berjumlah 26 orang.

"Kami lakukan anev bersama Polrestabes bahwa di Jalan Gresik, daerah PPI (Surabaya Utara), kami akan lakukan pembatasan sosial mandiri. Kami akan keroyok dengan gabungan TNI dalam melakukan penyemprotan dengan motor. Karena mobil besar tidak bisa masuk," tandasnya.

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini