Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Inggris Perpanjang Masa Lockdown hingga 3 Minggu

Rachmat Fahzry , Jurnalis-Jum'at, 17 April 2020 |08:36 WIB
Inggris Perpanjang Masa <i>Lockdown</i> hingga 3 Minggu
Menlu Inggris Dominic Raab. (Foto/Kantor Pemerintahan Inggris)
A
A
A

LONDON - Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab mengatakan pemerintah telah memutuskan untuk memperpanjang masa karantina wilayah alias lockdown selama tiga minggu.

Mengutip Al Jazeera, Jumat (17/4/2020) Raab mengatakan melonggarkan kebijakan lockdown sangat berisiko selama puncak kedua virus corona dan bisa memperburuk sektor ekonomi.

"Hal terburuk yang dapat kita lakukan sekarang melonggarkan pembatasan terlalu cepat, sehingga pembatasan saat ini akan tetap diberlakukan," katanya.

Raab menjadi pejabat sementara Perdana Menteri Inggris, menggantikan PM Boris Johnson masa dalam pemulihan usai terpapar virus corona.

Di Britania Raya, virus corona yang menyebabkan penyakit Covid-19, telah menjangkiti 103.093 orang, dan menyebabkan 3.342 kematian.

Serupa, Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock juga menilai masih terlalu dini untuk mencabut prosedur lockdown meski virus corona mulai mencapai puncak krisis.

"Kami kira akan terlalu dini untuk mencabut aturan [lockdown]. Sementara kami melihat angka kasus infeksi mulai mendatar dan bersyukur kasus kematian juga demikian, namun kurva belum menurun," kata Hancock mengutip Reuters, Kamis (16/4/2020).

"Jika kami mencabut semua langkah kebijakan sekarang, mungkin saja virus ini akan menyebar tanpa kendali untuk yang kedua kalinya. Dan kami tidak mungkin membiarkan hal itu terjadi," ujar Hancock.

Neil Ferguson, seorang profesor yang turut membentuk sikap pemerintah dalam menanggapi wabah, juga menyebut bahwa Inggris mungkin harus mempertahankan kebijakan pembatasan sosial dalam tingkatan tertentu hingga tersedia vaksin virus corona.

"Kita harus pertahankan pembatasan sosial dalam level tertentu yang signifikan, barangkali terus menerus hingga kita mendapatkan vaksin," kata Ferguson dalam wawancara dengan Radio BBC.

Tidak akan kalah

Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan Inggris tidak dapat dikalahkan oleh virus corona dan akan mengatasi krisis yang disebabkan oleh pandemi global penyakit itu, setelah dia berhasil pulih dari gejala COVID-19 dan diizinkan pulang dari rumah sakit.

Foto/Reuters

Dalam pidato melalui video pertama setelah dia pulang dari rumah sakit, Johnson menyampaikan terima kasih kepada pekerja medis dari NHS (dinas kesehatan Inggris) dan seluruh warga Inggris yang turut berjuang melawan COVID-19.

“Kita sekarang membuat kemajuan dalam perang nasional yang luar biasa melawan virus corona, karena publik Inggris membentuk perisai mengelilingi aset terbesar negara ini, dinas kesehatan nasional kita,” kata Johnson dalam pidato yang diunggah di akun Twitternya pada Minggu (12/4/2020).

(Rachmat Fahzry)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement