Share

Direktur Bantah Laboratorium Wuhan Sumber Virus Corona

Rachmat Fahzry, Okezone · Senin 20 April 2020 09:21 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 20 18 2201784 direktur-bantah-laboratorium-wuhan-sumber-virus-corona-YqMaiYpfci.jpg Institut Virologi Wuhan, China. (Foto/Wikimedia Commons)

BEIJING - Direktur Yuan Zhiming membantah bahwa laboratorium di Kota Wuhan, China, merupakan sumber virus corona.

China mendapat tekanan untuk terkait penyebaran virus da nasal usul virus corona, di mana Amerika Serikat menyelidiki apakah virus corona berasal dari laboratorium virologi di Wuhan.

Keberadaan laboratorium tersebut memicu teori konspirasi bahwa virus menyebar dari Institut Virologi Wuhan, khususnya laboratorium P4, yang menangani virus berbahaya.

Dalam sebuah wawancara dengan media pemerintah CGTN, yang diterbitkan pada Sabtu, 18 April, Profesor Yuan Zhiming, membantah bahwa virus berasal dari laboratorium virologi di Wuhan.

"Tidak mungkin virus ini datang dari kita," katanya kepada media pemerintah China melansir Strait Times, Senin (20/4/2020).

Ia mengklaim tidak ada satu pun stafnya yang terinfeksi virus corona. "Seluruh lembaga sedang melakukan penelitian di berbagai bidang terkait dengan virus corona," kata dia.

Yuan juga mengatakan bahwa pihaknya telah berbagi informasi patogen kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada awal Januari.

"Saya tahu itu tidak mungkin," kata dia ppenyebaran virus corona di Institus Virologi Wuhan. "Sebagai orang yang melakukan studi viral, kami jelas tahu jenis penelitian apa yang terjadi di institut dan bagaimana institut itu mengelola virus dan sampel," lanjutnya.

Dia mengatakan hanya karena ada laboratorium P4 di Wuhan, beberapa media sengaja mencoba membuat berita menyesatkan.

Laporan-laporan dari Washington Post dan Fox News mengutip sumber-sumber yang tidadk disebut namanya menyuarakan kekhawatiran, bahwa virus corona tidak sengaja keluar dari fasilitas di Labrotatorium Wuhan.

Prof Yuan mengatakan laporan itu seluruhnya berdasarkan spekulasi, โ€œtanpa bukti atau pengetahuan,โ€ ujarnya.

Pihak berwenang di Wuhan awalnya mencoba menutupi wabah virus corona dan ada pertanyaan tentang penghitungan resmi kasus infeksi di China.

Pada minggu lalu pihak berwenang di Wuhan, mengakui kesalahan dalam menghitung korban tewas akibat virus corona dengan jumlah perbaikan meningkat sebesar 50 persen.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini