Pemkab Bantul Tegaskan Sembako Tidak Boleh Langka di Tengah Pandemi Corona

Harian Jogja, · Selasa 21 April 2020 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 21 510 2202310 pemkab-bantul-tegaskan-sembako-tidak-boleh-langka-di-tengah-pandemi-corona-y4sSnhBX9t.jpg Ilustrasi (Dok. Okezone)

BANTUL – Pmerintah Kabupaten Bantul berharap para pedagang sembako tetap berjualan selama masa tanggap darurat pandemi covid-19, Pedagang ataupun pemilik grosir kebutuhan bahan pokok diminta tetap beroperasi dan melayani pembeli.

"Penjual sembako tetap beroperasi, karena untuk saat ini [ketersediaan] sembako harus terjaga, tidak boleh langka saat-saat ini," kata Kepala Dinas Perdagangan Bantul Sukrisna Dwi Susanta di Bantul, Senin 20 April 2020.

Dia mengatakan, pemerintah daerah memang telah menerbitkan surat edaran tentang pembatasan operasional pasar rakyat dan toko swalayan guna meminimalisir kerumunan guna memperkecil risiko penularan Covid-19, namun untuk penjual sembako maupun toko sembako tetap beroperasi seperti biasa.

Menurut dia, selain agar kebutuhan belanja sembako harian bagi warga terdampak Corona terpenuhi, juga bagi warga yang akan menjalankan puasa Ramadhan."Apalagi ini menjelang puasa, jadi sembako harus tersedia," kata Sukrisna.

Sementara itu, terkait dengan harga sejumlah kebutuhan pokok di pasaran Bantul, dia mengatakan sampai saat ini masih relatif stabil dan terkendali, namun ada salah satu bahan pokok yaitu gula pasir harganya tinggi sejak mengalami kenaikan lebih dari sebulan terakhir.

"Alhamdulillah untuk harga-harga sembako masih terkendali, hanya saja untuk gula saat ini melebihi harga eceran tertinggi , yang mestinya Rp12.500 per kilogram, tetapi karena gula agak langka harga sudah Rp17.500 sampai Rp18.000 per kilogram," katanya.

Baca Juga : Ketua MPR Minta Pemerintah Sediakan Lapangan Kerja agar Napi Tak Berulah

Menurut dia, harga gula pasir yang masih tinggi ini dikarenakan komoditas tersebut sebagian impor, meski begitu dia memastikan stok tetap tersedia di pasaran meski harganya jauh di atas harga eceran tertinggi.

"Gula itu karena komoditas sebagian di antaranya impor, juga beberapa pabrik gula belum mulai giling, untuk yang Pabrik Gula Madukismo rencana mulai giling setelah Lebaran nanti sebanyak 10 ribu ton gula mentah, untuk [memenuhi] DIY dan Jateng," kata Sukrisna.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini