Di samping itu, lanjut dia, saat ini yang tepat dilakukan adalah terus mengatur bagaimana seluruh penumpang mematuhi ketentuan, seperti tetap menjaga physical distancing di setiap stasiun.
"Tapi yang pasti kita akan bantu PT KAI, misalnya untuk social distancing sama physical distancing pada saat sebelum masuk gerbong," jelas Airin.
Meski begitu, ada alasan utama Airin kenapa tidak ikut mengusulkan penghentian sementara KRL, yakni adanya tenaga medis dan petugas kesehatan lainnya yang menggunakan moda transportasi itu.
"Kemarin sempat ramai tuh, katanya Jawa Barat minta untuk ditutup KRL-nya. Tapi pas saya diskusi sama warga, mereka yang bekerja di rumah sakit, mereka yang bekerja di apa namanya di bagian itu yang ada di Jakarta, mereka enggak punya kendaraan mau pakai apa? Kan itu juga harus dipikirkan oleh kita," imbuhnya.
"Jadi makanya saya serahkan ke Kementerian Perhubungan dan PT KAI seperti apa. Keputusannya sekarang tidak ditutup, maka saya harus membantu social distancing dan physical distancing. Kita lakukan sidak yang lainnya terhadap lima stasiun ini," pungkasnya.
(Hantoro)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.