Meski Masyarakat Dilarang Mudik, Malang dan Batu Tetap Siapkan Tempat Karantina

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 22 April 2020 16:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 22 519 2203236 meski-masyarakat-dilarang-mudik-malang-dan-batu-tetap-siapkan-tempat-karantina-0pMR6XfksN.jpg Suasana Terminal Kampung Rambutan. (Ilustrasi, Foto : Okezone.com/Arif Julianto)

MALANG – Kendati pemerintah pusat telah melarang mudik, dua wilayah di Malang Raya yakni Kabupaten Malang dan Kota Batu tetap menyiapkan lokasi karantina bagi masyarakat yang nekat pulang kampung.

Bupati Malang Sanusi menyatakan telah menyiapkan lokasi karantina di setiap desa yang ada di Kabupaten Malang.

"Desa akan menyiapkan safe house. Ketika ada indikasi ada orang harus dikarantina, orang tersebut harus dikarantina di desa yang didatangi tersebut,” ucap Sanusi saat ditemui wartawan pada Rabu (22/4/2020).

Meski demikian, lokasi karantina di desa-desa tersebut, lanjut Sanusi, hanya berlaku bagi pemudik yang kondisinya sehat. Bila yang bersangkutan terindikasi adanya gejala Covid-19 maka akan langsung dibawa ke rumah sakit.

“Penerapan karantina selama 14 hari tersebut akan berlaku bagi seluruh warga maupun pendatang yang baru saja melakukan perjalanan dari zona merah,” tuturnya.

Tempat karantina disiapkan bagi masyarakat yang masih nekat mudik ke batu atau malang (Ist)

Sementara itu di Kota Batu, Pemkot telah menyiapkan tiga lokasi karantina bagi pemudik yang masih nekat berdatangan ke Kota Batu.

“Ada tiga lokasi yang disiapkan sebagai shelter untuk pendatang yang tiba di Kota Batu,” ucap Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Batu Muhammad Chori melalui pesan singkatnya.

Tiga lokasi yang disiapkan yakni Wisma Bima Shakti Songgiriti yang mampu menampung 200 orang, Gedung P4TK (Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan PKn dan IPS) Pendem yang mampu menampung 120 orang, dan Wisma Retreat Talita Kum yang ada di Jalan Metro Sisir Kota Batu dengan kapasitas 60 orang.

Baca Juga : Nekat Mudik, Warga Grogol Sukoharjo Wajib Karantina di Gedung Beralaskan Tikar

“Namun apabila kebutuhan ruang meningkat kapasitas kamar bisa dioptimalkan menambah bed. Selain itu, ada cadangan ruangan hall yang cukup luas serta sudah siap dengan bed tempat tidur,” tutur Chori.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini