Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Belanda Mulai Melonggarkan Aturan Pembatasan Virus Corona

Rachmat Fahzry , Jurnalis-Kamis, 23 April 2020 |10:33 WIB
Belanda Mulai Melonggarkan Aturan Pembatasan Virus Corona
PM Belanda Mart Rutte. (Foto/Kantor PM Belanda)
A
A
A

AMSTERDAM - Pemerintah Belanda pada Rabu, 22 April mengumumkan langkah-langkah untuk melonggarkanan berbagai pembatasan untuk membendung virus corona, dan mengizinkan anak-anak sekolah dasar kembali masuk sekolah secara paruh waktu mulai 11 Mei, tetapi memperpanjang pembatasan untuk acara-acara berskala besar.

Dalam jumpa pers di Den Haag, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte mengatakan anak-anak lebih besar sampai usia 18 tahun juga akan diizinkan mengikuti olah raga yang terorganisasi, tetapi tetap mempraktikkan jaga jarak antar sesama dan tanpa kompetisi resmi.

Secara bersamaan, Perdana Menteri Rutte memperpanjang larangan semua acara berskala besar seperti festival musik dan sepak bola professional sampai 1 September, sementara bar dan restoran akan tetap tutup sampai 20 Mei.

Belanda telah berada dalam keadaan yang digambarkan oleh Rutte sebagai “karantina cerdas” sejak pertengahan Maret yang mengharuskan penutupan sekolah, restoran, bar dan museum, tetapi tidak sampai memerintahkan 17 juta warganya untuk mengurung diri di rumah.

Karantina cerdas

Pemerintah Belanda berupaya menerapkan karantina wilayah secara cerdas atau yang disebut "intelligent lockdown". Namun, penyebaran wabah virus corona begitu cepat di Belanda sehingga tingkat kematian di negara itu merupakan salah satu yang tertinggi di dunia.

Belanda adalah satu dari segelintir negara yang merangkul gagasan kekebalan kelompok alias herd immunity. Pendekatan yang masih diperdebatkan itu disebut seorang pakar kesehatan Belanda sebagai cara yang dingin dan penuh perhitungan.

Karenanya, alih-alih memberlakukan karantina wilayah secara ketat yang ditempuh berbagai negara di Eropa dan Asia, pemerintah Belanda menerapkan 'lockdown cerdas' atau 'lockdown yang ditargetkan'.

Pemerintah Belanda ingin melindungi aspek sosial, ekonomi, dan psikologi dari dampak karantina wilayah sehingga suatu saat upaya kembali ke kondisi normal akan lebih mudah.

Penjual bunga, toko material, toko daging, toko roti, dan toko mainan di sekitar rumah saya masih melayani para pelanggan. Poster-poster di pintu serta stiker-stiker bergambar di lantai mendorong warga untuk menjaga jarak satu sama lain. Sementara para kasir memakai jenis sarung tangan yang dipakai dokter di rumah sakit.

Tempat usaha yang mengandalkan sentuhan dengan pelanggan, seperti pemangkas rambut, perawat kecantikan wajah, dan rumah bordil dipaksa untuk menghentikan layanan mereka.

Adapun sekolah, tempat penitipan anak, dan universitas ditutup setidaknya sampai 28 April mendatang.

Bar, restoran, dan toko penjual ganja ditutup, walau banyak pelanggan yang menggunakan layanan pesan antar mereka.

"Kami pikir kami berkepala dingin," jelas Dr Louise van Schaik dari Institut Hubungan Internasional Clingendael.

"Kami tidak ingin bereaksi berlebihan, mengunci semua orang di rumah mereka. Dan lebih mudah untuk menjaga jarak antargenerasi di sini karena nenek dan kakek tidak tinggal di rumah yang sama dengan anak-anak mereka," imbuhnya.

Khalayak diarahkan untuk tinggal di rumah, namun warga bisa keluar rumah jika tidak bisa bekerja dari rumah atau harus berbelanja keperluan sehari-hari atau menghirup udara segar, selama mereka menjaga jarak satu sama lain sejauh 1,5 meter.

Arahan itu secara umum dipatuhi khalayak Belanda. Sebuah survei menunjukkan 99% masyarakat menjaga jarak satu sama lain dan 93% tinggal di rumah sebisa mungkin.

Perdana Menteri Mark Rutte menyebut Belanda sebagai "negara orang dewasa".

"Dari yang saya dengar di sekitar saya, orang-orang senang karena mereka diperlakukan sebagai orang dewasa, bukan sebagai anak-anak," ujar Rutte pada Jumat (03/04).

(Rachmat Fahzry)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement