QUEENSLAND - Sebuah video penglihatan malam yang memperlihatkan polisi di Queensland, Australia, menangkap tiga pria yang melanggar penguncian (lockdown) dengan minum-minum di atap telah beredar di media sosial. Adegan yang terlihat dalam rekaman menimbulkan kritik keras warganet yang membandingkannya dengan Nazi Jerman pada masa Perang Dunia II.
Klip video berdurasi satu menit yang di-posting pada Rabu (22/4/2020) oleh Independent, media yang berbasis di Inggris, menunjukkan tiga pemuda diberitahu polisi bahwa mereka telah dikepung dan harus menyerah. Menurut Independent, rekaman itu direkam dengan kamera thermal dari helikopter.
Sebagian besar warganet di Twitter bereaksi terkejut atas video itu, tidak percaya bahwa polisi menggunakan respons yang begitu besar untuk menindak pelanggar penguncian. Banyak yang mengkritik tindakan polisi itu, menyebutnya sebagai "melebihi penyalahgunaan kekuasaan yang gila" atau "pengaturan yang berlebihan".
“Mereka membuang-buang sumber daya polisi untuk tidak hanya mendapatkan helikopter di udara, tetapi (untuk) mengepung gedung dengan petugas? Semua hanya untuk tiga orang yang minum bir di atap? " kata salah satu komentar sebagaimana dikutip dari Russia Today.
Police helicopter catches rooftop drinkers breaking Australia lockdown rules pic.twitter.com/QabVQCZicN
— The Independent (@Independent) April 22, 2020
Yang lain merespons dengan meme yang membandingkan kepolisian Queensland dengan Hitler, atau polisi Jerman Timur, Stasi, yang dikenal kejam.
Namun, keterangan sedikit berbeda disampaikan oleh seorang jurnalis Melbourne, Tyson Whelan, yang melalui cuitannya menjelaskan bahwa ketiga pria dalam video itu menerobos masuk ke lokasi konstruksi pada malam hari. Polisi merespons laporan mengenai aksi ketiga pria itu, sebelum menahan dan mendenda mereka karena melanggar aturan sosial tentang penjagaan jarak. Whelan mengatakan, tindakan yang dilakukan polisi sudah sesuai dengan protokol.
Video menunjukkan ketiga pria turun melalui perancah yang akan menunjukkan lokasi konstruksi. Menurut aturan kuncian di Queensland, pertemuan lebih dari dua orang di ruang publik adalah ilegal dan dikenakan denda hingga AUD 1.334,50 (sekira Rp13 juta) di tempat.
Queensland mendeklarasikan darurat kesehatan masyarakat terkait Covid-19 pada akhir Januari, dan telah memperpanjang penguncian setidaknya hingga 19 Mei. Polisi negara bagian belum mengomentari berita itu, dan video tidak dapat ditemukan di Twitter atau feed Facebook mereka.
Australia sejauh ini mendaftarkan total 6.647 kasus Covid-19 dan 74 kematian, dengan enam di antaranya di Queensland.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.