Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Lockdown di India Memperburuk Akses Perawatan Kesehatan Mental

Rachmat Fahzry , Jurnalis-Jum'at, 24 April 2020 |17:41 WIB
<i>Lockdown</i> di India Memperburuk Akses Perawatan Kesehatan Mental
Staf Anjali mendistribusikan obat kepada warga pedesaan yang miskin. (Foto/Anjali/Al Jazeera)
A
A
A

NEW DELHI - Bulan lalu, selama minggu pertama lockdown virus korona di India, psikiater Maneesh Gupta sedang berbicara dengan seorang pasien berusia 15 tahun di telepon.

Gupta khawatir kondisi remaja yang tinggal di sebuah desa di negara bagian Uttar Pradesh, semakin buruk akibat lockdown. India berlakukan lockdown pertama kali pada 25 Maret dan diperpanjang hingga 3 Mei.

Gupta meresepkan obat-obatan melalui telepon dan memberi ayahnya catatan medis. Tetapi ayah bocah itu tidak dapat mengambil obat di apotek terdekat karena dilarang polisi.

Dokter Gupta akhirnya menemukan apotek di dekat perbatasan Delhi-Uttar Pradesh yang memiliki obat-obatan, tetapi ayah anak itu dihentikan oleh polisi. Petugas tidak percaya bahwa anak ayah itu memiliki masalah kejiwaan.

Gupta kemudian mengingat ada kenalan di kepolisian. "Polisi itu setuju dan melakukan perjalanan 64km untuk mengambil obat-obatan untuk bocah itu," kata mengutip Al Jazeera, Jumat (24/4/2020).

Tetapi jutaan pasien lain dengan penyakit mental di India mungkin tidak seberuntung itu.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement