Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Putus Mata Rantai Covid-19, Pemkot Padang Perketat Perbatasan Kota

Rus Akbar , Jurnalis-Jum'at, 24 April 2020 |19:36 WIB
 Putus Mata Rantai Covid-19, Pemkot Padang Perketat Perbatasan Kota
foto: istimewa
A
A
A

PADANG - Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah melakukan sidak mendadak ke Posko Covid-19 di Perbatasan Lubuk Paraku Kecamatan Lubuk Kilangan, Kamis (23/4/2020).

Sidak tersebut bertujuan untuk memastikan posko tersebut berfungsi sebagaimana diharapkan, terutama pergerakan orang yang masuk ke Kota Padang.

“Kenapa kita lakukan pengawasan, agar orang yang masuk ke Kota Padang terseleksi dengan baik, tidak sembarangan,” ungkap Wako ketika memberikan pengarahan kepada petugas di posko tersebut.

Dikatakan Mahyeldi, jika orang yang masuk ke Kota Padang ada gejala, maka harus masuk karantina dan yang positif diisolasi.

“Jika seandainya mereka ada gejala, maka langsung masuk karantina. Kalau seandainya positif, langsung isolasi. Seharusnya orang yang masuk Kota Padang ini tidak ada yang positif atau PDP," kata Wako.

Tapi karena memang lemahnya pengawasan, kata Wako, maka petugas ditempatkan di posko itu.

"Saya saksikan lemahnya pengawasan di perbatasan Sumbar, saya sudah cek di Dharmasraya dan kabupaten lain, makanya saudara-sauadara di tempatkan di posko ini, demi melindungi warga Kota Padang dari Covid-19," terangnya.

Dikatakannya, semua warga Kota Padang harus dilindungi dari Covid-19, tak hanya warga biasa, tapi juga ASN, TNI dan Polri.

"Karena tidak ada yang kebal terhadap Covid-19, apalagi kalau kondisi tubuh kita tidak kuat dan sehat. Untuk itu, saya berharap Bapak/Ibu melaksanakan tugas ini dengan baik dan ikhlas," ujarnya.

Mahyeldi berharap petugas di perbatasan bekerja keras dan sungguh-sungguh, sebab tidak ada satu pun yang memberikan hasil yang baik tanpa kesungguhan, tanpa keseriusan, dan tanpa rasa tanggungjawab.

Data terakhir di Kota Padang, pasien yang positif corona ada 53 orang dari jumlah tersebut 11 sembuh dan delapan meninggal selebihnya masih di rawat dan isolasi mandiri dalam rumah.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement