SERANG - Juru Bicara Gugus Tugas Covid 19 Provinsi Banten dr Ati Pramudji mengungkapkan, virus corona (covid-19) masuk ke wilayah Banten berawal dari acara keagamaan di wilayah Bogor, Jawa Barat kemudian menyebar hinggga ke berbagai wilayah di tanah jawara.
"Awal mula klaster pertama terpapar di Bogor kemudian keagamaan di gereja. Tapi kan itu tidak boleh, nanti kita mendiskriminasikan," ujar Ati kepada wartawan beberapa waktu yang lalu.
Menurut Ati, saat ini masyarakat Banten diminta waspada dan patuhi imbauan pemerintah agar tetap di rumah dan jaga kesehatan. Jika, ada tetangganya yang positif dan sedang menjalani isolasi janganlah mendiskriminasikan.
"Bagaimana masyarakat ini, ketika menemukan warganya terpapar covid, dia itu diisolasi mandiri, lalu disupport membantu, ketika dia tidak bisa keluar mensupport memberikan makanannya, itulah yang harus kita lakukan, gotong royong saat ini," ujarnya.
Baca Juga : Dilarang Mudik, 500 Kendaraan Dipaksa Putar Balik di Gerbang Tol Ngawi
Berdasarkan data terbaru dari Dinkes Banten jumlah kasus terkonfirmasi positif covid 19 sebanyak 304 orang, 52 orang dinyatakan sembuh, 43 orang meninggal dunia.
Sedangkan jumlah PDP 1.333 orang diantaranya 294 sembuh, 137 orang meninggal dunia. Kemudian ODP di Banten sebanyak 6.175 orang, 2.275 orang masih dipantau sisanya sudah dinyatakan bebas covid 19.
(Angkasa Yudhistira)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.