Kemudian muncul laporan bahwa Ragos menderita gangguan stres pasca trauma (PTSD). Keluarganya mengatakan kepada media setempat bahwa dia tidak dapat minum obat karena lockdown.
"Kami tidak akana melupakan siapa pun," kata juru bicara Angkatan Darat Kolonel Ramon Zagala kepada The Straits Times, Senin (27/4/2020).
"Dia prajurit kami. Meskipun dia sudah pensiun dan dia tidak sehat, dia melayani tentara. Bagi kami, dia adalah salah satu dari kami dan kami tidak akan melupakan siapa pun," lanjutnya.
Kolonel Zagala mengatakan Ragos bertugas di militer selama lebih dari tujuh tahun. Dia didiagnosis menderita PTSD dan diberhentikan dengan hormat pada Januari 2017.
Dia menambahkan bahwa Ragos kadang-kadang sering melihat langit dan mendengar suara-suara di kepalanya.
Menurut Kolonel Zagala, Ragos memenuhi syarat untuk dimakamkan di Libingan ng mga Bayani (Taman Makam Pahlawan) yang bergengsi, tempat banyak mantan presiden Filipina, termasuk Ferdinand Marcos, dimakamkan.