DENPASAR – Emalia Mawar, pasien COVID-19 yang berhasil sembuh berbagi pengalamannya selama dirawat. Ada perasaan sedih dan ngeri ketika di diagnosa positif COVID-19.
Paradigma yang beredar di masyarakat ketika positif COVID-19 adalah penyakit yang berujung kematian. Selain itu, pasien positif COVID-19 juga dianggap sebagai penular atau carrier bagi mereka. Stigma itu yang berusaha ia lawan di awal untuk berusaha agar bisa sembuh dari COVID-19.
Melalui video berdurasi 3 menit, Emalia Mawar menuturkan, tidak jelas tertular dimana. Dua minggu setelah kembali dari luar negeri, ia tidak pernah bertemu dengan orang lain kecuali dengan suaminya. Namun setelah ia dinyatakan positif, seluruh anggota keluarganya di tes dan dinyatakan sehat.
Demam tinggi dan kepala pusing menjadi awal kemunculan gejala. Di awal demam, tidak disertai batuk dan sesak.
Namun beberapa hari berikutnya ia mengalami batuk dan sesak nafas. Ia pun pergi ke RSUP Sanglah. “Saya cek darah dan rontgen thorax dikatakan kena pneumonia,” ungkapnya.