Jelang PSBB di Surabaya Raya, Polisi Imbau Masyarakat Tak Takut Berlebihan

Syaiful Islam, Okezone · Senin 27 April 2020 22:31 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 27 519 2205708 jelang-psbb-di-surabaya-raya-polisi-imbau-masyarakat-tak-takut-berlebihan-Ehus32yaN9.JPG Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan (Foto: Okezone.com/Syaiful Islam)

SURABAYA - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan resmi diberlakukan di Surabaya Raya meliputi Kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan Kabupaten Sidoarjo pada Selasa 28 April 2020 besok. Tekait hal itu, polisi meminta masyarakat agar tak terlalu khawatir.

Sebab yang diberlakukan kali ini adalah PSBB bukan lockdown. PSBB sendiri dilakukan dalam rangka untuk mencegah penyebaran Covid-19 atau virus corona yang saat ini menjadi pandemi.

"Kepada masyarakat enggak usah terlalu ketakutan dan yang lain-lain, karena PSBB ini bukan suatu larangan, ini hanya pembatasan. Jadi, jangan disalahartikan lockdown dan yang lain-lain, ini pembatasan kegiatan," terang Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, Senin (27/4/2020).

Menurut Luki, memang ada jalan-jalan dan wilayah yang ditutup. Namun hal ini juga bisa dikomunikasikan. Kemudian masih ada kendaraan-kendaraan yang boleh untuk melintas, baik itu kendaraan yang membawa bahan pokok maupun sepeda motor yang mengantar makanan atau barang yakni ojek online (ojol).

Serta kendaraan yang membawa orang sakit, logistik, BBM, dan membawa air. Pihaknya juga memberlakukan jam malam untuk tiga wilayah yang menerapkan PSBB, tapi ini juga masih ada wilayah tertentu yang boleh buka.

"Di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik mungkin ada pasar pagi atau pasar malam yang bukanya jam 11 malam sampai jam tiga pagi, ini juga kita akan atur, tidak langsung kita lakukan penutupan. Jadi, ada tempat-tempat di mana pendistribusian atau sentral ekonomi ini kita tetap buka ya, tetap dengan aturan," papar Luki.

Kapolda Jatim

Begitu juga dengan rumah makan masih buka asalkan mematuhi aturan teknis. Apabila semua ini sudah berjalan dengan aturan, maka dipastikan akan berjalan dengan baik. Terpenting di dalam kegiatan PSBB ini kata dia, bagaimana masyarakat patuh dan taat pada aturan yang telah dilakukan oleh pemerintah.

"Serta partisipasi dari masyarakat ini sangat penting untuk menghadapi Covid-19, perlu adanya gotong royong dari masyarakat. Saya yakin bila masyarakat aktif berpartisipasi, maka Covid-19 akan menurun di Surabaya. Anggota yang dilibatkan dalam PSBB sebanyak 4.312 personel (gabungan) di tiga wilayah (Surabaya, Gresik dan Sidoarjo)," tandasnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini