Pentagon Rilis Rekaman Pertemuan Pilot AS dengan UFO

Rahman Asmardika, Okezone · Selasa 28 April 2020 12:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 28 18 2206000 pentagon-rilis-rekaman-pertemuan-pilot-as-dengan-ufo-aEbvvOf5Js.jpg Foto: Departemen Pertahanan AS.

WASHINGTON – Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pentagon akhirnya secara resmi merilis klip pencek dari pertemuan pilot AS dengan apa yang disebut sebagai 'fenomena udara tak dikenal' (unidentified aerial phenomena/UAP), dua tahun setelah rekaman itu bocor secara online.

Video inframerah, yang difilmkan dari pesawat Angkatan Laut AS pada 2004 dan 2015, menunjukkan UAP atau yang dikenal masyarakat dengan nama lama benda terbang tak dikenal (unidetified flying object/UFO). Benda-benda dapat dilihat melintasi langit dengan cara yang tidak dapat dijelaskan dan dengan kecepatan yang sangat tinggi.

Dua video berisi rekaman komunikasi oleh pilot, yang jelas terpesona oleh kecepatan pesawat yang tidak diketahui.

Video: YouTube/American Military News

Departemen Pertahanan mengatakan pihaknya membuat rilis resmi itu "untuk menjernihkan kesalahpahaman oleh publik tentang apakah rekaman yang telah beredar itu nyata atau tidak, atau apakah ada lebih banyak video atau tidak."

Langkah itu mendapat lampu hijau setelah "tinjauan menyeluruh," yang menetapkan bahwa perilisan video-video itu "tidak mengungkapkan kemampuan atau sistem sensitif... dan tidak menimpa penyelidikan investigasi selanjutnya tentang pelanggaran ruang udara militer oleh fenomena udara tak dikenal," demikian penjelasan Juru Bicara Pentagon Sue Gough, sebagaimana dilansir Russia Today, Selasa (28/4/2020).

Video: YouTube/American Military News.

Pentagon telah mengonfirmasi bahwa klip itu asli. Juru Bicara Angkatan Laut Joseph Gradisher pada September 2029 mengatakan bahwa rekaman itu benar-benar menampilkan UAP. Namun, saat itu dia menjelaskan bahwa video itu tidak pernah diizinkan untuk dirilis ke publik.

Gradisher menjelaskan bahwa Pentagon membuka penampakan 'fenomena udara tak dikenal' untuk 'mendestigmatisasi' seluruh masalah dan mendorong para pilot untuk melaporkan pertemuan dengan mereka, yang ternyata cukup "sering", secara lebih sukarela.

(dka)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini