Pandemi Covid-19, Polisi Buru Warga yang Masih Beraktivitas di Luar Rumah

Ade Putra, Okezone · Selasa 28 April 2020 10:14 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 28 340 2205921 pandemi-covid-19-polisi-buru-warga-yang-masih-beraktivitas-di-luar-rumah-G6HTPrNZWZ.jpg Foto Ilustrasi Okezone

PONTIANAK - Pasukan gabungan Polri dan TNI di Kota Pontianak, Kalimantan Barat melakukan patroli berskala besar, pada Minggu 26 April 2020 malam. Patroli dilakukan dalam rangka menekan angka masyarakat yang masih melakukan aktivitas di luar rumah di masa pandemi Covid-19 ini.

Pelaksanaan patroli berskala besar dipimpin langsung Kapolresta Pontianak Kombes Komarudin, dan turut hadir Karo Ops Polda Kalbar Kombes Jayadi, Direktur Lalu Lintas Kombes Asep Akbar, dan Dansat Brimob Kombes Taufiq.

 Virus Korona

Komarudin menerangkan, dari hasil evaluasi terhadap masyarakat, bahwa kepatuhan masyarakat untuk memutus mata rantai dan pencegahan Covid-19 masih sangat minim.

“Kota Pontianak penyumbang terbesar pasien positif Covid-19 di Kalimantan Barat. Sudah menjadi zona merah namun dilihat sekarang kepatuhan masyarakat masih sangat rendah, masih banyak warga yang bahkan berkumpul-kumpul," kata Komarudin.

Ia melanjutkan, sebanyak 507 personel gabungan Polri dan TNI menyisir jalanan Kota Pontianak untuk mengimbau masyarakat agar kembali ke rumah dan menyosilisasikan penggunaan masker.

“Kita menyasar warga di titik-titik rawan terjadinya keramaian di Kota Pontianak. Akan dilakukan imbauan untuk mereka kembali ke rumah,” tambahnya.

Komarudin juga meminta masyarakat agar lebih patuh, dan sadar dalam rangka keselamatan. Ia menyayangkan masyarakat Kota Pontianak yang dinilai masih rendah kesadaran dalam melakukan pencegahan penyebaran Covid-19.

 

Ditempat yang sama, Wali Kota Pontianak Edi Kamtono juga mengatakan, bahwa tidak menutup kemungkinan akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jika masyarakat masih tidak mengindahkan peraturan peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Edi mengatakan, patroli dalam skala besar ini dalam rangka menegaskan kepada masyarakat terhadap kebijakan pemerintah.

“Jika dengan cara seperti ini tidak juga diindahkan yang berakibat bertambahnya pasien positif Covid-19, tidak menutup kemungkinan Kota Pontianak menerapkan PSBB," tutupnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini