Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Cerita Bupati Sragen Karantina Pemudik Nakal di Rumah Angker

Agregasi Solopos , Jurnalis-Kamis, 30 April 2020 |11:47 WIB
Cerita Bupati Sragen Karantina Pemudik Nakal di Rumah Angker
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati (foto: Solopos)
A
A
A

Mudik saat corona

Rumah Angker Ampuh

Ia beralasan upaya mengurung pemudik Sragen di rumah angker itu bisa membuat kapok mereka yang melanggar komitmen. Hal tersebut dinilai ampuh oleh Mbak Yuni lantaran ada tiga pemudik yang betul-betul kapok dan meminta agar dikeluarkan dari rumah angker itu.

"Memang harus dibuat kapok. Orang Indonesia itu takut sama hantu. Dibuat efek jera dengan komitmen itu. Mereka pulang kampung tidak bawa penyakit. Saya minta teman-teman desa untuk aktif. Orang ngeyel ini harus di-punishment," lanjutnya

"Di Desa Sepat ada gedung kosong dipakailah itu. Mereka hanya tahan tiga hari karena merasa ketakutan dan lapor kepada satgas. Dan akan komitmen dan patuh terhada anjuran pemerintah untuk bisa kembali ke rumah melanjutkan karantina mandiri," pungkasnya.

(Amril Amarullah (Okezone))

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement