Ketika Bupati Karanganyar "Curhat" Jumlah Warga Terpapar Covid-19 Kian Bertambah

Bramantyo, Okezone · Kamis 30 April 2020 22:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 04 30 512 2207513 ketika-bupati-karanganyar-curhat-jumlah-warga-terpapar-covid-19-kian-bertambah-mChyQ7b1nY.jpg Bupati Karanganyar Juliyatmono (Foto: Bramantyo)

KARANGANYAR - Bupati Karanganyar Juliyatmono "Ngudo Roso" (curhat) terhadap jumlah pasien positif terpapar Covid-19 di wilayahnya yang terus mengalami penambahan. Menurutnya, masyarakat Karanganyar yang terkonfirmasi positif Covid-19 sudah ada 17 orang.

"Dua yang sudah dinyatakan sembuh, 3 yang sudah meninggal dunia, selebihnya masih ada di rumah sakit," papar Juliyatmono di sela pembagian sembako di rumah dinas Bupati, Kamis (30/4/2020).

Jumlah tersebut tidak termasuk warga Karanganyar yang mengikuti Ijitima Ulama se-Asia di Sulawesi Selatan tepatnya di Kabupaten Gowa.

Menurut Juli, dari 100 orang lebih yang mengikuti kegiatan tersebut, berdasarkan hasil rapit test terakhir, 18 orang dinyatakan positif.

 ilustrasi corona foto: Okezone

Beberapa orang sudah diisolasi di rumah sakit, sisanya melakukan isolasi mandiri di rumah, sambil menunggu ketersediaan ruang di rumah sakit.

"Karena hasilnya reaktif sambil menunggu pelaksanaan swab test sebagian melakukan isolasi mandiri dirumah.Kuta terus upayakan mencari ruang perawatan, sambil berdoa semoga hasil swab testnya negatif," terangnya.

Juli menuturkan, karena penularan virus corona ini positif dari manusia ke manusia, Orang Tanpa Gejala (OTG) yang harus benar-benar diwaspadai. Seperti kejadian di salah satu wilayahnya yaitu Kecamatan Kerjo. Di mana, salah satu perantau dari Jakarta yang berprofesi sebagai pedagang keliling ini ternyata positif Covid-19.

Padahal, awalnya pedagang keliling yang tak disebutkan namannya ini tidak merasakan kalau dirinya terpapar virus corona. Terdeteksi bila virus corona ada di dalam tubuh perantau ini, ungkap Juli, saat perantau ini mengalami gejala pilek batuk disertai panas.

"Padahal (perantau ini) wis tekan endi-endi (sudah kemana-mana).Mbuh sing didodoli siapa (tidak tahu yang dijualin siapa), sing disalami sapa tidak tahu (yang disalami siapa), saat dia merasa sehat. Saat dinyatakan Covid-19, terus di traking, 200 orang sekitarnya terpaksa dikarantina," ujarnya.

 

Untuk menghambat agar jumlah warga terpapar tidak bertambah, Juli kembali meminta agar warganya tetap berada di rumah sambil berdoa semoga pandemi ini di pertengahan bulan suci Ramadhan ini berakhir.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini